Pemprov DKI dinilai lecehkan Kemampuan Anak Bangsa

Kamis, 3 April 2014 | 20:22

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tidak memberikan apresiasi bahkan melecehkan kemampuan anak-anak muda yang sudah memiliki profesionalitas lantaran Pemprov DKI lebih percaya pada perusahaan asing untuk membersihkan Monumen Nasional (Monas).

"Beri kami kesempatan untuk berbuat sesuatu demi negeri ini dengan cara kami. Jangan remehkan anak muda bangsa," kata penggagas Aksi Pemuda Indonesia Peduli untuk Bersih, Revilino, di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Federasi Olahraga Aksi Seluruh Indonesia (Foraksi) bertekad ikut membersihkan Tugu Monas karena memang profesional dan memiliki keahlian yang dibutuhkan.

"Kami bukan coba-coba, dan kami memiliki kelebihan tersendiri dibanding kalau pekerjaaan ini dilakukan oleh tenaga asing," kata Revilino, didampingi Sekjen Foraksi, Hendry C. Wijaya.

Ia menjelaskan, setelah tahun 1992 Monas dibersihkan oleh perusahaan Jerman, sementara perusahaan dalam negeri tak pernah diberikan kesempatan untuk melakukan hal itu.

"Masak sih tidak ada tenaga Indonesia yang sanggup membersihkan Monas? Apa kita tidak malu, bahwa selama ini ternyata hanya menjadi penonton saja. Masalahnya bukan berarti kita tidak bisa lebih baik, namun tidak diberikan kesempatan untuk melakukannya," tutur Revilino.

Secara kelembagaan, pekerjaan ini memang dilakukan oleh Foraksi, namun di dalamnya terdapat tenaga-tenaga profesional, antara lain Indorope, sebuah perusahaan yang bergerak khusus dalam bidang Rope Access Services and Trainings dan Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (Apklindo) serta ARAI - Asosiasi Rope Access Indonesia yang spesialis bekerja di ketinggian. Semua tenaga yang digunakan adalah orang-orang yang spesialis bekerja di ketinggian dan sudah memiliki sertifikat.

"Membersihkan Monas adalah keahlian mereka, jadi mereka memang sudah profesional. Asal tahu saja, bahwa semua peralatan yang dimiliki oleh perusahaan Jerman itu, kami juga sudah punya," kata Sekjen Foraksi, Hendry C. Wijaya.

Yang membuat mereka kecewa, kata Hendry, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama sama sekali tidak bicara langsung dengan pihak Foraksi agar dapat mengetahui kelayakannya untuk mengerjakan pembersihan Monas ini.

"Wagub hanya menyerahkan pada ibu Sylvi dari Deputi II yang mengatasnamakan Wakil Gubernur DKI untuk mempertemukan Foraksi dengan pihak Kaercher. Dalam pertemuan itu sebetulnya sudah disepakati ada kerja sama antara Foraksi dengan pihak Kaercher. Namun keesokan harinya Wagub langsung memutuskan memilih Kaercher untuk melakukan pembersihan Monas ini," tuturnya.

Staf Khusus Kemenpora, Heru Nugroho, yang dipercaya oleh Foraksi menjadi Team Leader kegiatan ini menambahkan, semua dana yang digunakan murni dari perusahaan BUMN melalui CSR tanpa promosi dan embel-embel apapun.

"Kalau memang Pemprov DKI sengaja melecehkan kemampuan anak-anak muda ini dan bahkan lebih percaya pada perusahaan asing, saya sangat menyayangkan, dan bertanya, ada apa ini sebenarnya," kata Heru. (S037/I007)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar