Pemko Medan Lakukan Kajian Ilmiah Terkait Fasilitas Umum

Pemko Medan Lakukan Kajian Ilmiah Terkait Fasilitas Umum

Seminar Proposal Kegiatan Kajian Kebutuhan dan Pemanfaatan Fasilitas Umum di Kota Medan (Ist)

(rel/rzd)

Kamis, 12 September 2019 | 12:27

Analisadaily (Medan) - Pemko Medan sedang melakukan kajian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) terkait fasilitas umum, terutama jalan, halte, dan ruang terbuka publik.

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui apakah fasilitas umum sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau tidak. Hal ini terungkap dalam Seminar Proposal Kegiatan Kajian Kebutuhan dan Pemanfaatan Fasilitas Umum di Kota Medan tahun 2019 yang digelar Balitbang Kota Medan di Ruang Rapat 3 Kantor Wali Kota Medan.

Seminar dipimpin Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, diwakili Kepala Balitbang, Farid Wajedi. Seminar proposal ini turut dihadiri seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan, serta tiga orang tim tenaga ahli dari Institut Teknologi Medan, Cut Nuraini, Husni Thamrin, dan Meyga Fitri Handayani.

Di hadapan peserta seminar proposal, Cut Nuraini selaku Ketua Tim Tenaga Ahli menjelaskan, fasilitas umum menurut terminologi umum adalah sarana/prasarana/perlengkapan/alat-alat yang disediakan pemerintah yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Cut Nuraini menambahkan, sarana/prasarana/perlengkapan/alat-alat yang disediakan pemerintah untuk masyarakat itu dalam pemanfaatannya tidak dipungut biaya. Untuk itulah, guna mengetahui apakah seluruh fasilitas umum yang telah disediakan Pemko Medan itu sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Guna menjawab hal itu maka dilakukan kajian ilmiah. Demi kelancaran kajian ilmiah yang dilakukan, kami sangat mengharapkan masukan dari OPD. Dengan demikian hasil kajian ilmiah yang kita lakukan dapat memberikan masukan bagi Pemko Medan untuk membenahi fasilitas umum,” kata Cut Nuraini, Kamis (12/9).

Kepala Balitbang Kota Medan, Farid Wajedi mengatakan, Pemko Medan sudah banyak membangun fasilitas umum. Namun diakuinya, pembangunan fasilitas umum yang dilakukan belum maksimal, sehingga masyarakat kurang merasakan manfaatnya.

“Hasil dari kajian ilmiah akan kita jadikan sebagai buku kuning untuk menjadi pedoman dalam rangka membangun fasilitas umum selanjutnya,” ucap Farid.

Masyarakat diharap ikut merawat sleuruh fasilitas umum yang ada. Bukan hanya pemerintah saja yang menjaga dan memeliharanya, tetapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, sehingga fasilitas umum tetap terjaga dan bisa terus dipergunakan.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar