Pemko Medan Fokus Pembangunan Proyek LRT dan BRT

Pemko Medan Fokus Pembangunan Proyek LRT dan BRT

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, Kamis (29/3)

(aa/csp)

Kamis, 29 Maret 2018 | 17:21

Analisadaily (Medan) - Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, memaparkan persiapan proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapit Transit (BRT) sebagai transportasi massal di Kota Medan.

Ia menilai, biayanya lebih ekonomis dibandingkan dengan penggunaan Mass Rapid Transit (MRT). Penggunaan MRT kemungkinan akan dioperasikan untuk melayani wilayah Medan, Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo (Mebidangro).

Kemudian  terkoneksi dengan LRT dan BRT di Kota Medan. Namun, ia menyebut, saat ini Pemko Medan fokus pada persiapan pembangunan itu.

“Penentuan dipilihnya LRT dan BRT berdasarkan hasil studi dan demand survey yang telah dilakukan. Respon masyarakat cukup baik karena ingin beralih dari angkutan konvensional selama ini,” papar Akhyar diacara talkshow I Radio, Kamis (29/3).

Karena itu, lanjutnya, proyek ini didekasikan kepada warga Kota Medan. Di samping itu, jika ada yang kurang, Akhyar menyarankan segera langsung bertanya kepada Pemko Medan. “Kami siap menjelaskannya,” ujarnya.

Kepala Bappeda Kota Medan, Wirya Al Rahman, yang turut serta dalam acara itu menyampaikan, transportasi massal ini di Kota Medan dibangun dengan sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Pembiayaanya sebagian besar menggunakan dana dari pemerintah dan kita berupaya seminimal mungkin mengeluarkan anggaran,” tambah Wirya.

Proyek pembangunan ini merupakan proyek KPBU pertama di Indonesia. Sedangkan di Kota Palembang dan DKI Jakarta, kata Wirya, pembiayaannya menggunakan APBN. “Selain itu, pengembangan RSUD Dr. Pirngadi juga kita lakukan dengan sistem KPBU,” terangnya.

Ketika disinggung mengenai besarnya tarif yang akan diberlakukan ketika LRT dan BRT dioperasikan, Wirya mengatakan Rp 10.000 dari satu titik ke titik paling jauh. Ia mengungkapkan, tarif itu cukup ekonomis.

“Sebab masyarakat tidak perlu berganti-ganti kenderaan seperti yang selama ini dilakukan ketika menaiki angkutan kota,” sambungnya.

Rute Transportasi Massal

Dikatakan Wirya, sebagai tahap awal, rute Light Rail Transit adalah Laucih-Aksara, sedangkan rute Bus Rapit Transit yakni Pinang Baris-Amplas.

“Berdasarkan hasil survey, sebab rute ini paling mendesak untuk segera dilakukannya reformasi angkutan massal. Yang pasti rute yang dilalui LRT dan BRT akan terintegrasi dengan Lapangan Merdeka/Stasiun Kereta Api,” paparnya.

Terakhir, Wirya menambahkan, setiap koridor yang akan digunakan para penumpang untuk mengunggu LRT maupun BRT akan dilengkapi fasilitas tempat duduk yang baik serta tempat menjual makanan dan minuman ringan.

“Dan, kita upayakan waktu tunggunya hanya 5 menit sehingga warga tidak perlu lama menanti,” tutupnya.

(aa/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar