Pemko Medan Bentuk Tim Khusus Tangani Masalah Bangkai Babi

Pemko Medan Bentuk Tim Khusus Tangani Masalah Bangkai Babi

Pemko Medan kembali menggelar rapat lanjutan sekaligus membentuk Tim Khusus Terpadu (TKT)

(jw/rzd)

Minggu, 10 November 2019 | 13:18

Analisadaily (Medan) - Menyikapi persoalan bangkai babi yang mencemari Sungai Bedera di Kecamatan Medan Marelan, Pemko Medan kembali menggelar rapat lanjutan sekaligus membentuk Tim Khusus Terpadu (TKT).

"Guna menangani masalah ini. Tim yang dibentuk dapat saling berkoordinasi dan bersinergi guna menyelesaikan masalah yang belakangan menjadi topik perbincangan di masyarakat," kata Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, Minggu (10/11).

Bertindak sebagai pimpinan rapat, Akhyar Nasution, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Khairul Syahnan, dan Asisten Pemerintahan (Aspem) Musadad Nasution.

Rapat diikuti seluruh pimpinan OPD dan camat usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan. Akhyar menginstruksikan seluruh jajaran agar dapat menangani persoalan bangkai babi ini dengan serius.

Sebab, Akhyar tidak ingin hal tersebut menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Terlebih, ratusan bangkai babi tersebut telah mencemari Sungai Bedera sehingga perlu perhatian khusus agar sungai dapat kembali bersih.

"Ini menjadi masalah serius dan perlu koordinasi dari kita semua. Apalagi kejadian ini telah menjadi konsumsi pemberitaan di tingkat nasional. Jangan sampai masalah ini meresahkan masyarakat," tegasnya.

Akhyar juga berharap agar OPD dan pihak kecamatan dapat berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti unsur kepolisian guna mencari tahu dan mengusut kronologis kejadian serta oknum yang telah sengaja membuang bangkai babi ke aliran Sungai Bedera.

"Hingga saat ini aroma busuk yang ditimbulkan dari bangkai babi tersebut cukup mengganggu warga. Untuk itu, lakukan koordinasi dan usut tuntas masalah ini," ucapnya.

Akhyar juga meminta Dinas Kesehatan Kota Medan menurunkan tim kesehatan untuk menyosialisasikan dampak serta upaya pencegahan akibat bangkai babi yang diduga terjangkit hog cholera.

"Masyarakat jangan sampai takut dan resah," ujarnya.

Kadis Kesehatan, Edwin Effendi menjelaskan, mereka telah membentuk tim kesehatan, dan yang diturunkan merupakan bentuk pendampingan pada pihak kecamatan untuk memberikan penanganan bagi masyarakat.

"Kami telah bentuk tim kesehatan di lapangan agar dapat dengan cepat menangani ganggun kesehatan masyarakat yang mungkin terjadi," ungkapnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar