Pemko Medan Akan Kelola TPA Terjun Berbasis Sanitary Landfill

Pemko Medan Akan Kelola TPA Terjun Berbasis Sanitary Landfill

Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution (dua kanan) meninjau TPA Terjun, Rabu (16/1) siang

(jw/eal)

Rabu, 16 Januari 2019 | 20:36

Analisadaily (Medan) - Pasca penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kota Medan masuk dalam 10 besar kota terkotor di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, langsung meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (16/1) siang.

Akhyar mengatakan bahwa sebenarnya Pemko Medan telah menggunakan sistem sanitary landfill dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun. Hanya saja belum dilakukan sepenuhnya, sebab sebagian lagi pengelolaan yang dilakukan masih menggunakan sistem open dumping.

Namun menurutnya yang dinilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI justru pengelolaan yang menggunakan sistem open dumping sehingga nilai yang diperoleh Pemko Medan sangat rendah.

"Penilaian Adipura ada beberapa kriteria, salah satunya menyangkut pengelolaan TPA yang termasuk faktor utama sehingga memiliki bobot nilai 60%. Lantaran kita masih menggunakan sistem open dumping di TPA Terjun, Kota Medan pun mendapat nilai rendah. Jadi bukan kota terkotor seperti yang diberitakan sejumlah media usai penyerahan Piala Adipura oleh Wapres Jusuf Kalla di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1)," jelasnya.

Oleh karenanya pasca penilaian itu, Akhyar menuturkan Pemko Medan akan melakukan pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill, termasuk juga di TPA Namo Bintang yang akan dioperasikan dalam waktu dekat.

"Selain akan menjadi lebih baik, Walikota juga optimis delivery sampah mulai dari hulu (rumah warga) sampai hilir (TPA) akan berjalan lebih lancar dan cepat dibandingkan yang selama ini dilakukan," tuturnya.

Akhyar mengungkapkan bahwa selama ini delivery sampah dari hulu sampai hilir memakan waktu sekitar 5 jam dengan perincian 2 jam truk sampah mengangkut sampah dari rumah warga, 2 jam perjalanan menuju TPA dan 1 jam menunggu giliran untuk melakukan pembuangan.

TPA Terjun

TPA Terjun

"Apabila TPA Namo Bintang sudah dioperasikan, maka sampah yang berasal dari kawasan sekitarnya tidak perlu lagi dibuang ke TPA Terjun, langsung dibuang saja ke TPA Namo Bintang. Artinya, kita ingin mempersingkat waktu pembuangan sehingga delivery sampah bisa lebih efektif dan cepat," ungkapnya.

Akhyar menegaskan, Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) selama ini sudah bekerja keras untuk menjadikan Kota Medan bersih dari sampah. Hal itu dilakukan bukan untuk mendapatkan Piala Adipura, melainkan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu tugas pemerintah untuk menciptakan kebersihan dengan memindahkan sampah yang dihasilkan masyarakat ke TPA.

Sedangkan tugas masyarakat, jelasnya, menempatkan sampah yang dihasilkan dalam wadah dan tempat di depan rumahnya masing-masing. Sebab DKP Kota Medan telah menugaskan para petugasnya menggunakan becak untuk melakukan pengangkatan hingga sampai dalam gang-gang kecil.

"Semua sampah yang ditempatkan dalam wadah pasti diangkat. Tolong sampah itu diletakkan depan rumah pagi mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB karena itulah waktu pengangkutan yang dilakukan. Jika sampah dikeluarkan dari rumah di atas pukul 12.00 WIB, maka sampah itu tidak diangkat lagi, keesokan paginya baru diangkat kembali. Untuk itulah tempatkan dalam wadah yang baik dan kuat sehingga tidak berserakan," imbau Akhyar.

Dalam upaya menciptakan kebersihan, Akhyar menambahkan, Pemko Medan juga memiliki petugas Melati dan Bestari serta sarana dan prasarana pendukung kebersihan seperti dump truk, konvektor, amrol, bak sampah serta becak pengangkut sampah. Kemudian ditambah lagi dengan personil Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) di setiap kecamatan yang juga ikut mendukung kebersihan.

"Pemko Medan sebenarnya juga telah memiliki regulasi dan rencana strategis dalam pengelolaan sampah. Namun sejauh ini regulasi itu belum diterapkan, terutama terhadap masyarakat yang masih buang sampah sembarangan. Kita masih berharap warga Kota Medan dengan penuh kesadaran untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan tidak buang sampah sembarangan," tambahnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar