Pemkab Deli Serdang dan Women Foundation Ingin Majukan Pariwisata

Pemkab Deli Serdang dan Women Foundation Ingin Majukan Pariwisata

Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan dan Founder Sumatera Women Fondation, Nova Zein, foto bersama, Kamis (10/8)

(jw/csp)

Kamis, 10 Agustus 2017 | 18:10

Analisadaily (Deli Serdang) - Membenahi pariwisata yang ada di daerahnya, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melakukan kerjasama dengan Sumatera Women Foundation (SWF) untuk menjalankan program Tourism Micro Funding.

“Lewat program Tourism Micro Funding itu kita akan membenahi pariwisata yang ada di Deli Serdang,” kata Founder Sumatera Women Foundation, Nova Zein, Kamis (10/8).

Nova menjelaskan, program ini berupa pinjaman tunai. Diberikan khusus bagi pelaku usaha kecil, yang turut konsen membantu pengembangan pariwisata. Ini salah satu bentuk dukungan SWF untuk berkontribusi memajukan pariwisata.

Dengan Tourism Micro Funding, diharapkan pelaku usaha dapat mengembangkan bisnisnya, yang tentunya akan berkontribusi bagi kemajuan pariwisata lokal, khususnya di Kabupaten Deliserdang.

“Dengan ini pelaku usaha kecil di Deli Serdang bisa berkontribusi untuk memajukan pariwisata. Para pelaku usaha kecil yang sudah lama merintis juga nantinya dapat bersaing dalam bisnis ekonomi kreatif,” jelasnya.

Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan menyampaikan, banyak pariwisata yang menarik di Deli Serdang. Walaupun di Sumut terkenal dengan Danau Toba, namun tidak kalah menariknya Danau Linting yang menjadi andalan kita.

“Kita lihat keindahan alam dan perairannya. Apabila itu dipoles dengan indah bisa menjadi pariwisata unggulan di Deli Serdang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Deliserdang, Faisal Arif Nasution, juga menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, kabupaten yang punya 1001 cerita legenda ini tengah berbenah, memoles surgaloka yang ada.

“Salah satunya kawasan wisata Bagan Percut yang setiap minggunya selalu ramai disesaki pengunjung.

Dia menambahkan, untuk memudahkan akses, pihaknya akan melakukan pelebaran jalan dan juga membangun kawasan ekowisata hutan Manggrove. “Nantinya, pengunjung bisa berjalan di kawasan itu dan membeli oleh-oleh hasil karya masyarakat, seperti batik berbahan mangrove,” pungkas Faisal.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar