Pemilik SIM Palsu Akan Dipidana, Diimbau Segera Melapor

Pemilik SIM Palsu Akan Dipidana, Diimbau Segera Melapor

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat memberi keterangan pers terkait penggerebekan rumah pemalsuan SIM.

(dgh/rzd)

Selasa, 3 Oktober 2017 | 19:00

Analisadaily (Medan) - Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor ke polisi jika memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu. Jika tidak melapor dan ketahuan, pemegang SIM palsu bisa dipidana.

"Kita akan tindak pemilik atau pemegang SIM palsu itu jika tidak segera mengembalikannya. Pemilik bisa dikenakan melanggar pasal 266 KUHPidana, karena menggunakan dokumen atau surat palsu," kata Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Selasa (3/10).

Karena itu, terang Faisal, pemilik SIM palsu bisa dijadikan tersangka. Sebab SIM merupakan syarat utama orang berkendara di jalan raya. Sebaliknya, jika bersikap kooperatif dengan segera mengembalikan SIM palsu tersebut, maka mereka dianggap sebagai korban dan tidak diapa-apakan.

Lebih jauh Faisal mengatakan, pihak Jatanras akan bekerja sama dengan Ditlantas untuk menyelidiki sekaligus menindak pemilik atau pengguna SIM palsu. Jika pengemudi kendaraan bermotor kedapatan memakai SIM palsu, akan langsung diproses. Kepolisian telah mengenali ciri-ciri fisik perbedaan SIM asli dengan yang palsu.

"Kita imbau, agar SIM palsu itu segera dikembalikan. Tapi kalau nantinya kita temukan di lapangan, maka mereka akan kita jadikan tersangka," kata Faisal.

Terkait tersangka baru, Faisal mengatakan, sampai saat ini masih tiga orang, termasuk anggota Yanma Polda Sumut, Bripka Rida Fahmi. Faisal juga belum bisa memastikan sanksi internal yang akan diterima calo SIM palsu tersebut.

"Kalau soal sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan anggota Yanma itu tergantung hasil putusan peradilan umum nantinya," pungkas Faisal.

Sebelumnya Polda Sumut menggerebek sebuah rumah tempat pembuatan SIM palsu di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, Nomor 9, Helvetia. Polisi menyita 70 lembar SIM palsu siap edar dan jutaan lembar SIM kedaluwarsa dari rumah kontrakan tersebut.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, meninjau langsung rumah kontrakan pabrik pembuatan SIM palsu pada Sabtu (30/9). Polisi juga mengamankan tiga tersangka, Herman, Irwansyah dan Bripka Ridha Fahmi. Polisi masih memburu dua pelaku lagi, H dan I, yang bertugas mendesain identitas calon pembuat SIM palsu.

(dgh/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar