Pemilik 85 Kg Sabu dan 50 Ribu Pil Ekstasi Dihukum Mati

Pemilik 85 Kg Sabu dan 50 Ribu Pil Ekstasi Dihukum Mati

Ketiga terdakwa saat menjalani sidang di Ruang Kartika PN Medan, Selasa (8/8)

(jw/eal)

Selasa, 8 Agustus 2017 | 18:06

Analisadaily (Medan) - Setelah terbukti bersalah memiliki dan menguasai sabu-sabu seberat 85 kilogram dan 50 ribu pil ekstasi, hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa M. Rizal alias Hasan.

Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh Morgan Simanjuntak menyatakan, terdakwa Rizal alias Hasan telah melakukan mufakat jahat dengan memiliki sabu seberat 85 kilogram dan 50 ribu pil ekstasi sehingga dijatuhi hukuman mati.

"Terdakwa Rizal alias Hasan dihukum dengan hukuman mati," kata Morgan di hadapan terdakwa di Ruang Kartika PN Medan, Selasa (8/8).

Selain itu, majelis hakim juga membacakan surat putusan terhadap ‎M. Safa dengan hukuman selama 20 tahun penjara.

"Terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp 800 juta, subsider 3 bulan kurungan penjara," sambung Morgan.

Kemudian pada waktu yang bersamaan, majelis hakim juga memvonis hukum seumur hidup kepada ‎Julpriatin. Ketiganya diadili dengan berkas berbeda dalam kasus yang sama.

Dalam nota putusan majelis hakim, ‎ketiga terdakwa dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan akibat melakukan perbuatan yang diatur berdasarkan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 115 ayat (1) dan Pasal 131 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tidak ada hal yang bisa meringankan ketiga terdakwa. Hal yang memberatkan terdakwa jumlah barang bukti yang besar dan tidak mengikuti program pemerintah untuk memberantas narkoba di Indonesia," tegas majelis hakim.

Atas putusan tersebut, ketiga terdakwa melalui tim kuasa hukumnya menyatakan banding. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir.

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan JPU, K. Sinaga. Untuk‎ M. Rizal alias Hasan dituntut seumur hidup. Sementara M. Safa dituntut 6 tahun penjara dan Julpriatin dituntut seumur hidup.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa diamankan oleh petugas ‎Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) pada 26 Oktober 2016.

Ketiga terdakwa diciduk oleh petugas anti-narkotika saat mengendarai mobil Nissan X-Trail. Ketika petugas melakukan pemeriksaan, ketiganya kedapatan sedang mengangkut 8 jerigen berisi 85 kilogram sabu-sabu dan 50 ribu butir ekstasi.

Ketiga terdakwa mengaku sabu-sabu dan ekstasi itu milik Akong, warga Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Narkotika itu rencananya akan dikirim ‎ke Medan untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah daerah.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar