Pemilih Tetap Wajib Tunjukkan E-KTP Saat Memilih

Pemilih Tetap Wajib Tunjukkan E-KTP Saat Memilih

Komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, Benget Silitonga, Senin (11/6)

(aa/csp)

Senin, 11 Juni 2018 | 22:02

Analisadaily (Medan) - Komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, Benget Silitonga, menjelaskan arti surat edaran 574/PL.03.6-SD/06/KPU/VI/2018 tentang Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan 2018.

Dalam poin 2 (a) Surat Edaran KPU RI tersebut dijelaskan, saat memberikan suara di TPS pemilih yang terdaftar dalam DPT menunjukkan formulir Model C6-KWK dan menunjukkan KTP-Elektronik atau surat keterangan kepada KPPS.

"Poin 2 (a) itu merupakan ketegasan dari bunyi pasal 7 ayat (2) PKPU Nomor 8/2018. Jadi saat masyarakat menggunakan hak pilih wajib menunjukkan formulir C6-KWK dan KTP-El atau suket dari Disdukcapil," katanya kepada Analisadaily.com, Senin (11/6).

Akan tetapi, terang Benget, jika saat menggunakan hak pilih nanti sebagaimana poin 2 (a) tersebut si pemilih yang terdaftar di DPT tidak dapat menunjukkan KTP-El atau Suket maka, tetap dapat menggunakan hak pilihnya di TPS.

Di poin 2 (b) surat edaran KPU RI, seandainya saat hendak mencoblos KTP Elektronik atau suketnya hilang tetap dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukkan formulir Model C6-KWK kepada petugas KPPS.

Dan, petugas KPPS harus memastikan, formulir yang dibawa sesuai dengan pemilih yang bersangkutan.

"Artinya petugas KPPS itu harus jeli dan mengenali dengan benar, pemilih yang hanya menunjukkan formulir C6-KWK benar-benar warga sekitar yang dekat dengan lokasi TPS," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, keterangan tersebut merupakan opsi bagi pemilih agar tetap terjamin hak pilihnya saat hari pemungutan suara Pilkada, 27 Juni 2018.

Sebab, kata Benget, surat edaran KPU RI bukan instruksi langsung agar pemilih tidak wajib menunjukkan KTP Elektronik atau suket saat menggunakan hak pilihnya.

"Menunjukkan KTP atau suket itu tetap wajib saat memilih karena itu sudah ditegaskan dalam PKPU 8/2018. Akan tetapi, surat edaran ini semacam kelonggaran jika misalnya KTP atau suket itu hilang," ungkapnya.

Jadi intinya, sambung Benget, jangan langsung salah menafsirkan poin 2 (b) surat edaran tersebut bahwa tidak wajib menunjukkan KTP-El atau suket dan datang ke TPS hanya menunjukkan formulir C6-KWK.

Lebih lanjut ia berharap seluruh KPU kabupaten/kota di Sumut tetap mensosialisasikan kepada pemilih untuk tetap membawa dan menunjukkan KTP-El atau suket ke TPS saat menggunakan hak suara.

(aa/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar