Pemerintah Targetkan Kaldera Toba Sebagai Geopark Global UNESCO Tahun Ini

Pemerintah Targetkan Kaldera Toba Sebagai Geopark Global UNESCO Tahun Ini

FGD finalisasi master plan Geopark Kaldera Toba.

(rel/rzd)

Senin, 13 Mei 2019 | 10:46

Analisadaily (Medan) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BPGKT) serta perwakilan Dinas Pariwisata Pemkab Kawasan Danau Toba selenggarakan Focus Group Discussion dalam rangka finalisasi master plan pengembangan GKT di Grand Mercure Hotel, Kota Medan.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenpar, Indra Ni Tua menjelaskan, posisi GKT yang saat ini adalah sebagai geopark nasional, karenanya semua pihak stakeholder terus bekerja untuk menjadikan GKT menjadi geopark global.

“Status GKT pada Bulan April 2019 yang lalu adalah ditangguhkan atau dalam Bahasa Inggris deferred untuk menjadi Geopark Global UNESCO (GGU), dengan memberikan 9 rekomendasi yang harus dikerjakan 3 bulan berikutnya, salah satunya adalah finalisasi master plan,” kata Indra, Senin (13/5).

Ungkapnya, target pemerintah GKT harus dapat menjadi Geopark Global di tahun ini, karena jika tidak pengusulan geopark lainnya di Indonesia jadi terhambat.

“Kalau GKT tidak masuk, sulit geopark lain diusulkan, karena antri di sana, hanya 2 geopark bisa diusulkan pertahunya,” kata Indra.

GM BPGKT, Dr. Wan Hidayati menyampaikan, BPGKT secara khusus dan pemerintah bertekad untuk mewujudkan GKT sebagai Geopark Global UNESCO Tahun 2019 ini, yang diharapkan akan diumumkan dalam Simposium Jaringan Geopark Global Asia Pasifik, yang akan berlangsung di Global Geopark Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 1-9 September 2019 mendatang.

“Saya sebagai GM BPGKT bertekad menyelesaikan rekomendasi UNESCO tersebut, kita sangat optimis GKT akan menjadi anggota GGU tahun ini, karena pada dasarnya rekomendasinya tidak sulit, inilah master plan kita upayakan siap dalam seminggu ini dan langsung disampaikan ke Kemenpar,” jelas Hidayati.

Adapun 8 rekomendasi lainnya, kata Hidayati, adalah visibiliti geosites, seperti Gapura, petunjuk arah, yang sebenarnya sudah ada.

“Kemudian konservasi geosite, upgrade informasi geopark dalam website, informasi geologi yang diperbanyak di sekolah dasar Kawasan GKT, informasi GGU di Pusat Informasi Parapat, serta penguatan jaringan geopark global lainnya dengan aktif mengikuti konferensi geopark,” katanya.

Humas BPGKT, Karmel Simatupang menambahkan, GKT kembali didaftarkan pemerintah Indonesia untuk menjadi salah satu anggota GGU adalah November 2017 yang lalu. Berbagai usaha terus dilakukan khususnya di 16 geosite GKT yang tersebar di 7 Kabupaten, agar GKT bisa lolos menjadi geopark global.

“Dengan demikian Kawasan Danau Toba akan semakin mendunia,” ucap Karmel.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar