Pemerintah Pusat Siapkan Rp 1.6 Triliun untuk Kembangkan Danau Toba

Pemerintah Pusat Siapkan Rp 1.6 Triliun untuk Kembangkan Danau Toba

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri wisuda Politeknik Pariwisata Medan, Kamis (18/7)

(rzp/csp)

Kamis, 18 Juli 2019 | 19:18

Analisadaily (Medan) - Dalam upaya mengembangkan pariwisata Danau Toba menjadi destinasi kelas dunia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,6 Triliun.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan, Danau Toba menjadi super prioritas menuju kawasan strategis pariwisata utama kelas dunia.

"Alokasi untuk Danau toba Rp 1.6 Triliun. Kita berharap bisa lebih besar, karena ini super prioritas," kata Menpar Arief saat menghadiri wisuda Politeknik Pariwisata Medan, Kamis (18/7).

Dalam pengembangan kawasan wisata super prioritas, harus menerapkan 3A, yaitu Atraksi, Akses dan Aminitis. Danau Toba banyak yang menilai sangat indah, tapi kalau tidak gencar melakukan sertifikasi, maka akan susah menjualnya.

"Salah satu sertifikasi kelas dunia itu adalah UNESCO Global Geopark atau UGG. Kita mengharapkan tahun ini mendapatkan sertifikasi dari UGG," ucap Arief, didampingi Gubernur Sumut, Edy Ramayadi.

Menurutnya, jika sertifikasi sudah terjadi, maka akan mudah menjual dan mempromosikan keindahan Danau Toba di mata duni. Tentunya akan menarik perhatian para wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan wisata Danau Toba.

Selanjutnya Akses. Diakui Arief, hal ini juga menjadi pokok utama pemerintah untuk membangun akses yang lebih cepat, seperti pembangunan infrastruktur jalan tol. Dengan harapan jarak tempuh dari Bandara Kualanamu ke Parapat bisa lebih cepat.

"Kita ketahui bersama, selama ini estimasi Medan ke Danau Toba memakan waktu 5 sampai 6 jam. Kalau bisa lebih cepat," ujarnya.

Kemudian terakhir adalah Aminitis atau bisa dikatakan jasa penginapan. Arief menegaskan, hal ini menjadi pokok utama dalam sebuat kawasan wisata. Maka saat ini, 3A tersebut menjadi prioritas utama untuk membangun Danau Toba.

Jika 3A sudah berjalan dengan baik, ke depan diharapkan bersama, kawasan Danau Toba bisa menjadi destinasi wisata dunia dengan sertifikasi yang juga mendunia, serta akses dan fasilitas yang berkualitas. Juga layanan jasa wisata yang optimal.

"Tahun 2020 semua upaya ini akan selesai. Kita siap melihat perubahan Danau Toba yang lebih baik, dan optimis mengejar target 1 juta wisatawan," Menpar Arief menandaskan.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar