Pemerintah Daerah Diimbau Angkat Atlet Berprestasi Jadi ASN

Pemerintah Daerah Diimbau Angkat Atlet Berprestasi Jadi ASN

Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Disporasu, Joshua Sinurat

(aa/eal)

Kamis, 18 Januari 2018 | 22:27

Analisadaily (Medan) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mengesahkan 137 atlet berprestasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mereka yang diangkat jadi ASN karena prestasinya di kancah internasional, baik level dunia, Asia maupun Asia Tenggara.

Informasi diperoleh Analisadaily.com, dari total 137 atlet, terselip empat atlet asal Sumatera Utara yang masuk yakni Lindswell Kwok, Juwita Niza Wasni (wushu), Srunita Sari Sukatendel, dan Iwan Bidu Sirait (karate).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu), Baharuddin Siagian, melalui Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Disporasu, Joshua Sinurat, turut mengapresiasi pengangkatan tersebut.

"Tentu ini kita bangga bahwa ada perhatian lebih dari pemerintah pusat. Bahkan atlet difabel Sumut juga diangkat PNS sekitar 5-6 orang," kata Joshua kepada Analisadaily.com, Kamis (18/1).

Dia pun berharap, program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat itu bisa terus berlanjut agar atlet tak merasa diabaikan masa depannya.

"Sebab reward ini menyangkut masa depan sang atlet setelah dia tidak lagi bergelut sebagai atlet. Dan diharapkan nanti atlet-atlet lain semakin termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi," ucapnya.

Namun pria yang pernah menjadi atlet berprestasi di cabang gulat itu menimbau agar perhatian serupa juga diterapkan pemerintah daerah untuk atlet berprestasi di kancah nasional, terutama di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Metode seperti itu menurutnya sudah ada diterapkan sejak dulu, namun prosesnya panjang. Bahkan Pemerintah Provinsi Sumut saat ini sudah menerapkan reward berupa pekerjaan di BUMD-BUMD bagi atlet berprestasi.

"Maka kita berharap ada semacam sinkronisasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (untuk reward PNS). Sebab bagaimanapun juga mereka adalah atlet yang berprestasi untuk daerahnya. Dan hal ini tak lain agar tidak ada timbul kecemburuan," tandas pria yang pernah meraih dua medali emas pada kejuaraan gulat Asia Tenggara 1993 dan 6 emas di PON (1989, 1993, 1996 dan 2000) itu.

(aa/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar