Pembunuhan Dua IRT di Asahan Direncanakan Seorang Gadis

Pembunuhan Dua IRT di Asahan Direncanakan Seorang Gadis

Keempat tersangka terlihat sedang memerankan kasus pembunuhan dalam rekonstruksi, Kamis (3/8).

(aln/rzp)

Kamis, 3 Agustus 2017 | 20:37

Analisadaily (Asahan) - Dari rekonstruksi yang digelar Sat Reskrim Polres Asahan dalam kasus pembunuhan dua perempuan paruh baya di Desa Lobbu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan direncanakan seorang gadis bernama Nurhasanah Siregar alias Cencen.

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap, keinginan Nurhasanan melakukan pembunuhan disambut baik oleh pacarnya, Sunardi Pasaribu, dan dibantu oleh dua orang rekan pacarnya, Rudi Purba dan Ahmad Bukhari. Pembunuhan direncanakan lima hari sebelumnya, yaitu pada Rabu (5/7) sekira pukul 19.30 WIB.

Saat itu Sunardi Pasaribu setuju untuk menghabisi nyawa Klara br Siallagan, dan selanjutnya menyampaikan rencana ini kepada Rudi Purba dan Ahmad Bukhori, dengan imbalan uang sebesar Rp 5 juta.

Aksi keji itu direncanakan karena Nurhasanah takut jika uang senilai Rp 155 juta milik korban yang diusahakan dalam bentuk koperasi terbongkar. Sebab, setahu korban uang itu dipinjam oleh satu orang, tetapi faktanya dipinjam oleh empat orang. Hal ini sangat dirahasiakan oleh pelaku.

Malam Pembunuhan

Pada pembunuhan, Senin (10/7) dini hari, diceritakan di adegan ke-19, setelah mengamati keadaan rumah dalam kondisi hening, Rudi Purba masuk ke dalam rumah yang ditempati kedua korban melalui pintu samping. Begitu masuk, Rudi membuka pintu belakang agar pelaku lainnya Sunardi dan Ahmad Bukhori ikut masuk.

Tetapi pelaku Sunardi dan Ahmad Bukhori mengurungkan niatnya, dan bertahan di luar rumah, karena mendengar langkah kaki dan batuk seseorang yang mengarah ke dapur. Begitu berpapasan dengan Klara boru Siallagan yang bangun dari tidurnya, Rudi Purba langsung memukul kepala korban menggunakan kayu.

Upaya untuk menyelamatkan diri yang dilakukan korban sia-sia, Rudi mengejar korban sampai ke kamar dan dipukuli lagi. Bahkan pisau yang sudah disiapkan sebelumnya langsung ditusukkan ke belakang tubuh korban hingga tiga kali.

Saat Rudi Purba mengeksekusi Klara boru Sialagan, korban Nursi boru Sirait terbangun, dan langsung ditusuk dengan posisi yang sama dengan Klara sebanyak 4 kali dan dibantu oleh rekannya, Ahmad Bukhari.

"Kejam kali kau. Bukan manusia kau, binatang aja nggak kayak gitu. Cocoknya di hukum mati kau. Tunggu, Tuhan pasti membalasnya. Kenapalah mamakku kau bunuh juga," teriak Adhi Manik, anak bungsu Nusri boru Sirait menyaksikan adegan itu.

(aln/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar