Pembinaan Industri Ternak Ayam di Lapas Pekanbaru Beri Dampak Positif

Pembinaan Industri Ternak Ayam di Lapas Pekanbaru Beri Dampak Positif

Lapas Pekanbaru raup untung gelar Pembinaan Lapas Industri Ternak Ayam. (Ist) 

(rel/rzd)

Rabu, 14 Februari 2018 | 15:49

Analisadaily (Riau) - Program pembinaan keterampilan dan keahlian dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru, berupa beternak ayam potong berhasil menuai hasil. Bahkan program pembinaan keterampilan dan keahlian yang mulai terlaksana sejak Desember 2017 lalu ini telah berhasil panen untuk kali kedua.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yulius Sahruzah menyebutkan, program pembinaan beternak ayam potong menjadi andalan Lapas Pekanbaru sebagai bekal Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam proses re-integrasi dengan masyarakat.

“Adalah kegiatan pembinaan untuk mendukung program Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Lapas di Indonesia, menjadi Lapas produktif dan Lapas industri,” katanya, Rabu (14/2).

Yulius melanjutkan, sebelum memutuskan untuk mencoba memproduksi suatu produk, petugas Lapas Pekanbaru menyurvei dan mengamati respons pasar sekira produk apa yang akan dijual dan dicari-cari oleh masyarakat.

“Karena yang kita harapkan ke depannya, para WBP dapat melanjutkan usaha ini ketika bebas nanti. Sehingga mereka tidak menjadi beban masyarakat lagi, melainkan menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya,” ucapnya.

Yulius menambahkan, ayam potong juga dianggap sebagai komoditi yang paling mudah pemasarannya saat ini. Dan jangkauan konsumen yang luas pada segala umur.

“Sebagaimana kita ketahui, dari anak-anak sampai orang dewasa banyak yang gemar mengonsumsi olahan ayam potong,” tuturnya.

Lapas Pekanbaru raup untung gelar Pembinaan Lapas Industri Ternak Ayam. (Ist)

Lapas Pekanbaru raup untung gelar Pembinaan Lapas Industri Ternak Ayam. (Ist)

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Lilik Sujandi menyebut, program pembinaan beternak ayam potong di Lapas Kelas IIA Pekanbaru adalah kegiatan positif.

Sebab kegiatan tersebut membuat para WBP dapat menyerap ilmu dan pengalaman ketika beternak ayam, hingga menjual hasil ternak ayam ke pasar saat masa panen tiba. Sehingga dapat menjadi modal pengalaman yang baik untuk kehidupan WBP saat telah bebas.

“Jadikan usaha peternakan ini sebagai wahana pelatihan kerja dan pengembangan ilmu bagi WBP sekaligus juga sebagai pengisi waktu untuk kegiatan yang lebih produktif. Semoga kegiatan ini dapat dimanfaatkan dan dilanjutkan serta dapat mengembangkan usaha kegiatan lainnya dan sukses selalu,” pesannya bersemangat.

Sebelumnya, kegiatan panen ternak ayam yang diikuti oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Riau pada Selasa malam kemarin berhasil menghasilkan nilai penjualan ayam sebesar Rp 18.560.000, dengan modal awal sebesar Rp 15.440.000 untuk bibit dan pakannya.

Sedangkan untuk usaha peternakan ayam dengan bibit 1.000 ekor di Lapas Pekanbaru ini berlangsung selama 25 hari, dengan hasil panen diperoleh sebanyak 928 kg dengan harga Rp 20.000 pada tingkat pengumpul atau toke penampung.

“Misi Pemasyarakatan dalam melaksanakan pembinaan dan pembimbingan terhadap WBP dapat dituangkan dalam beberapa program yang diantaranya adalah pembinaan keterampilan dan keahlian bagi para WBP,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yulius Sahruzah.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar