Pembangunan PLTA Batang Toru Ancam Kehidupan Orangutan Tapanuli

Pembangunan PLTA Batang Toru Ancam Kehidupan Orangutan Tapanuli

Orangutan Tapanuli

(jw/eal)

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 21:26

Analisadaily (Medan) - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan menjadi ancaman besar bagi kelangsungan populasi Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis). Saat ini populasi hewan langka itu tinggal 800 ekor yang tersebar di hutan Batang Toru.

"Pemerintah harus meninjau ulang rencana pembangunan itu. Karena jika dibangun, PLTA Batang Toru menambah daftar penyebab punahnya Orangutan selain perambahan, pertambangan dan perburuan," kata Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera (Fokus), Kusnadi, dalam acara Orangutan Festival 2018 di Taman Sri Deli Medan, Sabtu (18/8).

Kusnadi menjelaskan bahwa pembangunan PLTA tersebut menjadi perhatian bagi organisasi-organisasi yang fokus terhadap pelestarian Orangutan. Mereka terus menyuarakan penolakan pembangunan PLTA Batang Toru.

"Ekosistem Batang Toru sendiri meliputi tiga kabupaten, mulai Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. Luasnya mencapai 150 ribu hektare," jelasnya.

"Harusnya negara mempertimbangkan kembali untuk pembangunan itu. Ancaman lain seperti perburuan dan alih fungsi juga mempengaruhinya," ungkap Kusnadi.

Untuk diketahui, pembangunan PLTA Batang Toru berkapasitas 510 Mega Watt di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sebagai bagian integral dari Proyek Strategis Nasional 35.000 MW yang diharapkan bisa memacu realisasi investasi di Sumatera Utara.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar