Pembangunan Pelabuhan Hub Internasional di Kuala Tanjung Sudah 92 Persen

Pembangunan Pelabuhan Hub Internasional di Kuala Tanjung Sudah 92 Persen

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi hub internasional.

(jw/rzp)

Kamis, 9 November 2017 | 18:46

Analisadaily (Batubara) - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 saat ini tetap fokus dalam menjalankan program Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung untuk mewujudkannya sebagai Pelabuhan Hubungan Internasional, sebagaimana yang diharapkan pemerintah.

"Saat ini progres pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sudah mencapai 92 persen untuk sisi laut, dan 71 persen untuk sisi darat," kata General Manager (GM) PT Pelindo Cabang Pelabuhan Kuala Tanjung, Agus Deritanto, Kamis, (9/11).

Dijelaskannya, Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan dalam IV tahap, yaitu tahap I Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung yang disiapkan dengan kapasitas 500 ribu TEUs, tahap II Pengembangan Kawasan Industri 3000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port (2017-2019), dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

"Pelabuhan Kuala Tanjung yang diproyeksikan akan menjadi pelabuhan terbesar dan menjadi hubungan internasional di kawasan barat Indonesia ini, dikembangkan secara bertahap dan nantinya akan memiliki kapasitas hingga mencapai 20 juta TEUs," jelasnya.

Agus juga mengungkapkan, pengelola terminal multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung dilaksanakan oleh PT Prima Multi Terminal, yang merupakan anak usaha gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meliputi Pelindo 1, PT PP Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk.

"Saat ini tercatat Pelindo 1 menguasai saham mayoritas di PT Prima Multi Terminal sebesar 55 persen, PT PP memegang 25 persen, sedangkan PT Waskita Karya memiliki sisanya yaitu 20 persen," ungkapnya.

ACS Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami menerangkan, untuk mewujudkan terminal multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga sedang menyiapkan kawasan industri yang terpadu atau Industrial Gateway Port Kuala Tanjung seluas 3.000 hektare.

Pelabuhan Kuala Tanjung juga direncanakan dengan pengembangan kawasan industri yang dapat semakin menurunkan biaya logistik, serta berpeluang untuk menciptakan skala ekonomi.

"Diharapkan dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung, mampu meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia, sehingga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi," pungkas Fiona.

(jw/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar