Pembangunan Fasilitas Mewah di Danau Toba Libatkan Anak Bangsa

Pembangunan Fasilitas Mewah di Danau Toba Libatkan Anak Bangsa

Dirut BOPDT, Arie Prasetyo

(jw/eal)

Kamis, 3 Oktober 2019 | 20:30

Analisadaily (Tobasa) - Percepatan pembangunan di kawasan Danau Toba terus dilakukan. Bahkan pemerintah Indonesia melalui Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT) akan melaksanakan ground breaking percepatan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba ‎di lahan otorita, Kecamata Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara.

Dirut BOPDT, Arie Prasetyo, mengatakan dalam pelaksanaan ground breaking yang direncanakan pada 10 Oktober 2019, akan dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan‎, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

"Terkait rencana groundbreaking dilahan zona otorita, kita rencanakan tanggal 10 Oktober 2019. Walau masih dalam tahap pematangan rencana tersebut, termasuk konfirmasi para menteri," kata Aire, Kamis (3/10).

Arie menjelaskan pelaksanaan ground breaking ini mencakup lima sub acara dan satu para event akan digelar pekan depan. Untuk para event, BOPDT akan menggelar acara adat yang dihadiri ratusan masyarakat setempat.

"Saya bicara para event, akan melakukan acara adat. Akan dilakukan 1 atau 2 hari sebelum groundbreaking akan mengundang seluruh masyarakat untuk sama-sama disitu membahas dan mendukung percepatan pembangunan Danau Toba," jelasnya.

Di ground breaking ini, Arie mengungkapkan penetapan komitmen Pemerintah Indonesia dalam percepatan pembangunan destinasi super prioritas Danau Toba dengan pembangunan infrastruktur seperti membangun akses atau jalan, terlebih dahulu di kawasan lahan otorita tersebut.

"Yang kita tahu, sedang dibangun jalan akses tersebut, 1,9 kilometer dan terus dikerjakan Kementerian PUPR tahun 2020 dan seterusnya. Untuk memastikan para mitra yang akan membangun fasilitas-fasilitas seperti hotel, komersial, rumah sakit dan sebagiannya," ungkapnya. 

Yang kedua, akan dilakukan penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan mitra dalam pengerjaan pembangunan fasilitas pariwisata di Danau Toba berstandar internasional di lahan otorita‎ tersebut.

Selain itu, percepatan pembangunan kawasan danau terbesar di Asia Tenggara ini akan melibatkan anak bangsa. Hal ini menunjukkan kepada mata dunia bahwa masyarakat Indonesia mampu membangun objek wisata berstandar internasional sesuai dengan pasar pariwisata internasional saat ini.

"Kenapa tidak orang asing, kita ingin‎ masyarkat dulu atau orang Indonesia dulu yang membangun ini sehingga dampaknya bagus bagi dunia internasional. Karena, membuktikan kita membangun duluan dan masuk mitra-mitra internasional untuk membangun Danau Toba ke depannya dengan total 386,7 hektare," ujar Arie.

Yang ketiga, para menteri tersebut. Akan menggelar peletakan batu pertama pembangunan hotel berbintang lima pada ‎ground breaking di lahan otorita. Dengan itu, penandaan pembangunan kawasan Danau Toba dimulai.

"Dengan pembangunan hotel pertama di lahan otorita yang harapannya segera selesai sehingga infrastruktur dibangun pemerintah mendapatkan sambutan positif dari mitra. Artinya, pembangunan Danau Toba ini menunjukkan gerakan yang positif. Ada investasi yang masuk dan tidak melulu pemerintah yang bangun," terang Arie.

Keempat, dilakukan penandatanganan untuk penetapan nama kawasan Otoritas, yang akan dibangun fasilitas mewah dengan standar internasional seperti Hotel, Resort, Rumah Sakit, Gedung Pertemuan hingga sarana olahraga.

"Kawasan otorita ini, harus kita branding secara internasional. Sekarang ini, namanya kami usulkan adalah Toba Caldera Resort atau TCR. Nanti akan penandatangan prasasti oleh Bapak Menteri Pariwisata, Arief Yahya," ucap Arie.

Arie mengharapkan melalui ground breaking percepatan pembangunan yang cepat selesai sesuai dengan keinginan dan perencanaan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mempercantik Danau Toba di mata ‎dunia.

"Dan terakhir atau kelima ada aksi penanam pohon, diperuntukkan untuk pengembangan lahan. Sebelumnya, kawasan otorita ini kawasan hutan. Kami komitmen kelestarian lingkungan dan mempertahankan tanaman-tanaman yang ada di sana. Harapan resapan air dan lingkungan serta kelestarian flora dan fauna tetap terjaga," harapnya.

Arie juga menambahkan Pemerintah Indonesia hadir dalam pembangunan infrastruktur. Untuk pembangunan fasilitas mewah di Danau Toba, Menteri Pariwisata dan BOPDT bekerjasama dengan para investor untuk bersama-sama membangun.

"Waktu penandatanganan di Bali pada tanggal 21 Oktober 2018 lalu. Dengan angka cukup signifikan dan ada 7 investor melakukan penandatanganan MoU dengan BOPDT kita hitung nilai Rp 6,1 triliun. Kita realisasikan," tukasnya.  

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar