Pemahaman Masyarakat Dibutuhkan Tentang Kartu GPN

Pemahaman Masyarakat Dibutuhkan Tentang Kartu GPN

Kartu GPN

(rzp/eal)

Kamis, 15 November 2018 | 17:10

Analisadaily (Parapat) - Asisten Manager Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Sumatera Utara (Sumut), Yudha Wastu Prawira mengatakan, ada beberapa kendala yang dialami dalam mendorong masyarakat menggunakan kartu ATM/Debet berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Pertama adalah menstandarkan pemahaman masyarakat tentang GPN. Diungkapkannya, ada beberapa isu yang diriset dan ada beberapa pemahaman yang salah.

"Contohnya, kartu GPN merupakan kartu yang dikeluarkan BI, itu sudah salah," kata Yudha dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi Provinsi Sumut di Parapat, Kamis (15/11).

Diungkapkannya, GPN merupakan kartu dengan logo nasional, yang mencerminkan kartu tersebut sudah terhubung dengan ekosistem GPN. Penegasannya, GPN itu sebenarnya ekosistem.

"Jangan sampai keluar pernyataan di masyarakat kartu GPN itu bisa dipakai di mana saja. Bisa di tol, bisa jadi kartu kredit. Itu salah total, salah kaprah, seperti itu," ucapnya.

"Nah, GPN itu merupakan ekosistem yang menginterkoneksikan masing-masing instrumen. Pemahaman seperti ini yang perlu kita standarkan di masyarakat," tambahnya.

Kendala yang kedua, lanjutnya, Bank Indonesia telah melakukan pelatihan kepada customer service. Di customer service sendiri, mereka menjualnya kartu GPN ini belum bisa dipakai di luar negeri. Hal itu yang mereka bicarakan.

"Padahal kita mau jualan kartu. Berarti yang kita jual adalah manfaatnya dulu, interkoneksi, cost-nya lebih murah, bahkan bank-bank ada yang kasih promo. Baru nanti disampaikan target market-nya bagi yang sering ke luar negeri, kita tidak paksa. Jangan menonjolkan kelemahannya dulu," sebutnya.

Yudha mengungkapkan, pada September 2018 pihaknya melakukan mystery shopping ke perbankan. Pihaknya menyampaikan ke perbankan, saat menyampaikan sosialiasi ke masyarakat, jangan menonjolkan kelemahannya dulu.

"Kelemahan akan soft pada tahun 2020. Jadi jangan sampai masyarakat itu pesimistis dengan GPN," ungkapnya.

Kendala ketiga tentunya stok kartu. Ditegaskan Yudha, hal ini yang paling penting, sebab stok kartu kapasitas yang cetak kartunya terbatas. Ini juga yang menjadi alasan kenapa Bank Indonesia tidak langsung 100%.

"Bisa saja kita tetapkan tahun ini harus seluruh masyarakat mendapatkan kartu, tapi kita enggak. Karena kita tahu, ada kendala di lapangan, ada kendala stok kartu yang mungkin mebatasi penukaran kartu setiap tahunnya," jelasnya.

"Tahun ini kita target 30%, tahun depan kita target 60%, tahun depannya lagi 90%. 2021 sudah 100%," imbuhnya.

Cara Tukar Kartu GPN

Yudha menuturkan, cara masyarakat menukarkan kartu GPN ada dua. Pertama bisa membuka rekening baru atau langsung datang ke bank. Kepada masyarakat yang datang ke bank bisa langsung mengatakan kepada petugas untuk menukar kartu GPN. Kemudian tinggal isi data-datanya, dan kasih kartu ATM yang lama. Selanjutnya diberi kartu yang baru.

"Tidak ada biaya, kecuali kartu rusak atau kartu hilang pasti ada biaya. Kartu GPN tidak ada biaya," tuturnya.

Yudha juga menyebut, untuk masyarakat perlu diketahui bahwa ada dua inisiasi Bank Indonesia yang digabung menjadi satu. Pertama kewajiban masyarakat memiliki kartu berbasis chip. Kedua adalah berlogo GPN.

"Nah, kalau logo GPN pasti chip. Tapi chip belum tentu logo GPN. Ada yang Visa ada yang Master. Masyarakat wajib memiliki kartu ber-chip. Pada 2021 wajib 100 persen semuanya pakai chip," sebutnya.

Meski demikian, minimum satu kartu untuk berlogo GPN untuk interkoneksi. Supaya masyarakat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk inefisiensi ekonomi. Kecuali masyarakat memang ingin nabung atau mereka ingin punya simpanan.

“PR kita bersama perbankan, sosialisasi kepada merchant. Ini PR bersama BI dengan perbankan, jadi dalam waktu dekat kita aktif sosialisasi kepada merchant. Target semua nasabah minimal punya satu kartu GPN pada 2021," tandasnya.

Sejak diluncurkan pada 3 Mei lalu hingga saat ini baru sekitar 1,3 juta kartu ATM/Debit berlogo GPN yang sudah ditukarkan masyarakat di Sumut. Bank Indonesia terus mendorong perbankan untuk terus aktif menukarkan kart GPN bagi masyarakat.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar