Peluncuran Pendidikan KSDA: Siswa Berperan Penting Melestarikan Alam

Peluncuran Pendidikan KSDA: Siswa Berperan Penting Melestarikan Alam

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi (kiri) menandatangani perjanjian kerja sama program pendidikan dan penyuluhan KSDA dengan SMP Negeri 2 Sibolangit, Rabu (11/10).

(yy/rzp)

Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:46

Analisadaily (Sibolangit) - Generasi muda atau siswa punya peran penting dalam menjaga dan melestarikan alam. Terlebih, para pelajar yang tinggal di sekitar kawasan hutan diharapkan menjadi ujung tombak penjaga kawasan hutan.

Hal itu disampaikan Kepala BBSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, dalam sambutannya saat meluncurkan program pendidikan dan penyuluhan konservasi sumber daya alam (KSDA), Rabu (11/10) di halaman SMP Negeri 2 Sibolangit.

“Masalah lingkungan hidup sangat mempengaruhi kehidupan kita. Harapan kita anak-anak ini nantinya jadi kader konservasi yang bisa menularkan semangat menjaga dan melestarikan lingkungan,” katanya.

Lebih jauh, program pendidikan dan penyuluhan KSDA ini rencananya akan dilaksanakan tiga tahun ke depan. Tahap awal, program ini menyasar ke siswa SMP Negeri 2 Sibolangit. Saat ini pihaknya juga sedang merancang kurikulum-nya agar masuk menjadi bahan ajar.

“Konkret-nya 32 siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Sibolangit ini akan kita didik dan menjadi duta konservasi dengan berbagai materi lingkungan dan konservasi seperti, mengenal keanekaragaman hayati, materi pengenalan satwa dan tumbuhan di lindungi.”

“Kemudian materi mengenal kawasan konservasi, pengenalan lembaga konservasi, pengenalan penangkaran satwa liar, penegakan hukum konservasi sumber daya alam dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Sebagai permulaan, lanjut Hotmauli, kegiatan ini masih bersifat kegiatan tambahan (ekstrakurikuler) di luar jam pelajaran sekolah. Dan tidak akan mengganggu proses belajar-mengajar siswa yang terpilih mengikuti kegiatan ini.

Kepala SMP Negeri 2 Sibolangit, Marumbal Siahaan mengatakan, pihaknya tidak punya penilaian khusus untuk menetapkan 32 siswa yang ditunjuk untuk mengikuti program pendidikan dan penyuluhan KSDA ini. Tapi dia lebih mengutamakan siswa yang tinggal tak jauh dari kawasan TWA Sibolangit dan sekolah.

Alasannya, selain siswa-siswa ini mendapatkan akses yang mudah karena tinggal tak jauh dari sekolah, mereka juga nantinya diharapkan lebih memahami soal konservasi sumber daya alam sebab mereka tinggal berdampingan langsung dengan kawasan hutan.

“Kita sengaja pilih siswa yang tinggalnya tidak jauh dari sekolah yang kebetulan berdekatan juga dengan TWA Sibolangit. Karena kalau siswa yang kita pilih tinggalnya jauh dari sekolah akses mereka agak susah,” ujarnya.

Dia juga menyambut baik gagasan yang ditawarkan BBKSDA Sumut tersebut. Ini merupakan terobosan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap lingkungan. Ke depannya, dia berharap pada 32 siswa yang akan mendapatkan pendidikan lingkungan dan konservasi sumber daya alam ini bisa memberi pengaruh positif pada teman-teman mereka di dalam kelas dan pada keluarga dan masyarakat.

Andre Agustia Pandia siswa kelas VII yang terpilih mengikuti pendidikan KSDA ini mengaku senang. Andre yang tak banyak bicara ini mengatakan kalau sebelumnya dia belum pernah mendapat pendidikan soal konservasi. "Senang lah bang," ucapnya singkat.

(yy/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar