Peluang Tengku Erry Maju Hanya 35 Persen

Peluang Tengku Erry Maju Hanya 35 Persen

Tengku Erry Nuradi bersama Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Ist-net)

(jw/eal)

Jumat, 5 Januari 2018 | 21:00

Analisadaily (Medan) - Menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) yang tinggal hitangan bulan, kejutan demi kejutan mulai terlihat. Dukungan partai politik (parpol) sangat menentukan siapa yang akan ikut dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

Kejutan sangat terlihat pada petahana, Tengku Erry Nuradi. Satu per satu partai politik menarik dukungan dari calon incumbent di Pilgubsu 2018.

Informasi terbaru saat ini, Partai Golkar yang memiliki kursi paling banyak di DPRD Sumut secara mengejutkan menarik dukungannya terhadap Tengku Erry Nuradi dan beralih memberi dukungan kepada Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Bukan hanya Golkar, bahkan PKPI juga menarik dukungan dan beralih ke JR Saragih. Jika tidak ada perubahan dukungan hingga akhir pendaftaran 10 Januari, maka Erry terancam tidak bisa ikut serta dalam Pilgub Sumut 2018.

Pengamat politik, Shohibul Anshor Siregar mengatakan, fenomena parpol yang menarik dukungan memperjelas buruknya kapasitas sistem politik dan demokrasi di Indonesia.

"Kita tak bisa mengabaikan tiga elemen suksesi yakni, figuritas, jejaring dan budget. Pada ketiga elemen itu Erry lemah," kata Shohibul, Jumat (5/1).

Nilai keunggulan yang sejatinya hanya dimiliki Tengku Erry sebagai incumbent terasa tidak dihitung orang sama sekali.

"Ada hal lain yang cukup besar sebagai pemicu, yakni eksodus Partai Golkar. Partai Golkar memiliki tak hanya faksi, tetapi "pesaham" di luar partai. Ketakmandirian Partai Golkar benar-benar memojokkan dia seperti penggembira politik," ujar Dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tersebut.

Hengkangnya Golkar secara psikologis cukup kuat mendorong partai-partai lain berspekulasi untuk perolehan benefit dalam arti luas.

"Tetapi saya masih melihat peluangnya sekira 35% bisa maju. Tergantung lobby calon wakilnya," pungkas Shohibul.

(dtc)

(dtc)

Bahkan kabar terbaru menyebut, Partai Nasdem yang sudah mendeklarasikan diri mendukung Tengku Erry juga belakangan tarik dukungan dan beralih ke pasangan Edy-Ijeck.

Sejumlah foto yang beredar menunjukkan Tengku Erry sebagai Ketua DPW Nasdem Sumut duduk bersama Edy dan Ijeck yang mengenakan jas Nasdem. Tampak pula Tengku Erry memberikan surat dukungan kepada pasangan Edy-Ijeck.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar