Pelaku Usaha Pertanyakan Pernyataan Pimpinan PLN UIW Sumut

Pelaku Usaha Pertanyakan Pernyataan Pimpinan PLN UIW Sumut

Kantor PLN UIW Sumut

Sabtu, 4 Mei 2019 | 09:12

Analisadaily (Medan) - Sejumlah pelaku usaha di Kawasan Industri Medan (KIM) kembali mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari belakangan.

Padahal Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Taufik Hidayat, baru saja menyampaikan bahwa pasokan listrik dari sistem Sumbagut memiliki daya mampu sebesar 2.390 MW dan beban puncak sekitar 2.200 MW sehingga ada cadangan daya sekitar 8-10%.

Namun apa yang disampaikan pihak PLN UIW Sumut dengan fakta di lapangan justru saling bertolak belakang.

Salah seorang pelaku usaha di KIM II, Dicky Handi mengatakan, selama satu pekan terakhir sudah terjadi beberapa kali pemadaman.

"Selama satu minggu ini sudah dua sampai tiga kali. Waktunya antara setengah jam sampai satu jam. Kita diberi tahu alasan mereka karena ada pembangkit yang rusak sehingga kekurangan daya hingga beberapa puluh megawatt. Namun yang kita lihat setiap defisit, selalu pelanggan di kawasan Medan Utara, khususnya kawasan industri yang jadi korban," ujar Dicky kepada Analisadaily.com, Sabtu (4/5).

Lebih lanjut, Dicky mengaku bingung dengan pernyataan pimpinan PLN UIW Sumut yang selalu menyatakan pihaknya dalam kondisi surplus daya.

"Di banyak kesempatan Pak Feby (GM PLN UIW Sumut) selalu bilang PLN surplus. Namun kenapa setiap defisit 30 megawatt pelanggan PLN di Medan Utara langsung dipadamkan. Ini benar tidak surplus 7-10%? Kok defisit 30-50 megawatt langsung gelap," sesal Dicky.

Akibat pemadaman yang kerap dilakukan di kawasan Medan Utara, para pelaku usaha harus mengeluarkan cost tambahan. Dampak lain yang ditimbulkan adalah kerusakan sejumlah komponen elektronik.

"Dampaknya kita harus keluarkan biaya ekstra untuk pasang genset. Hidup matinya PLN pasti berpengaruh juga pada komponen elektronik yang kecil," tukas Dicky.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar