Pelaku Usaha di KIM Keluhkan Pemadaman Listrik

Produktivitas Usaha Jadi Menurun

Pelaku Usaha di KIM Keluhkan Pemadaman Listrik

Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara

(jw/eal)

Jumat, 5 April 2019 | 13:59

Analisadaily (Medan) - Dalam beberapa pekan belakangan, pemadaman listrik kerap terjadi di Kawasan Industri Medan (KIM) yang mengakibatkan keresahan para pelaku usaha.

Salah seorang pelaku usaha di KIM II, Dicky Handi, mengatakan bahwa pemadaman listrik sudah berlangsung sejak awal Maret 2019. Akibat pemadaman listrik tersebut produktivitas perusahaan menjadi terganggu dan menurun.

"Biasanya KIM II itu tidak pernah padam listrik, sekarang sudah sering padam mulai dari jam 6 sore," kata Dicky, Jumat (5/4).

Dicky menjelaskan bahwa pihaknya telah memberi tahu persoalan ini ke PLN hingga anggota DPD RI, Parlindungan Purba. Namun PLN mengatakan ada pembangkit yang rusak dan perbaikannya hanya beberapa saat.

"Dari PLN bilang ada pembangkit yang rusak, namun kok kawasan industri saja yang padam. Kalau pembangkit rusak, berarti harus ada yang dimatikan. Namun hingga kini masih terjadi pemadaman," jelasnya.

"Nah, PLN tidak matikan rumah karena takut diprotes, kalau di industri kan banyak pakai watt besar. Belum lagi akibat pemadaman listrik itu produktivitas perusahaan jadi menurun. Apalagi sekarang harga solar mahal," keluh Dicky.

"Sekarang ini, hampir semua perusahaan mengeluhkan pemadaman listrik. Kalau pakai mesin, arusnya tidak sebesar yang kita dapat dari PLN. Seharusnya jangan kawasan industri saja yang dipadamkan, boleh digilir lah, jangan kita saja, kalau seminggu sekali dua kali ya gak masalah, namun kalau setiap malam, kita keberatan," ucap Dicky.

Dicky menuturkan bahwa saat ini PLN sedang gencar mengajak pabrik-pabrik agar pindah dari pelanggan reguler menjadi pelanggan premium supaya tidak terkena pemadaman listrik.

"Sebagian pabrik yang besar sudah beralih, namun pabrik yang middle justru tambah cost yang besar kalau beralih. Kami tidak mau mereka sengaja padamkan listrik agar kita pindah ke premium. Kalau mau padam listrik, tolong yang adil lah," tuturnya.

Padahal sebelumnya sudah ada MoU antara PLN dengan KIM. Dalam MoU tersebut disampaikan bahwa PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara mengalami surplus 7-10%.

"Kalau surplus kenapa tiap malam di KIM gelap. Jangan kita sengaja dipadamkan agar kita beralih dari reguler ke premium. Kalau mau fair, semua kawasan KIM boleh dimasukkan premium namun harganya jangan sampai 10% lah," tukasnya.

Sementara itu Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sumatera Utara, Rudi Artono, saat dikonfirmasi Analisadaily.com terkait hal tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di KIM karena adanya trouble di Gardu Induk (GI).

"Kawasan KIM sering mati listrik karena ada trouble di gardu induk disebabkan adanya perbaikan yang menyebabkan kawasan KIM padam lebih kurang satu setengah jam," kata Rudi.

Terkait pemadaman yang dilakukan PLN setiap hari, Rudi mengatakan bahwa laporan yang mereka terima pemadaman tersebut tidak setiap hari.

"Laporan yang kami terima tidak setiap hari lah karena gangguan itu terjadi di gardu induk dan padamnya tidak lama. Dan pengerjaan untuk perbaikan itu hanya satu jam setengah," ungkap Rudi.

Rudi menegaskan bahwa untuk peralihan pelanggan reguler ke pelanggan premium, pihaknya telah melakukan MoU ke beberapa kawasan yang ada di KIM.

"MoU listrik premium sudah kita lakukan di beberapa kawasan. Dimana, pelanggan premium itu lebih prioritas. Karena kalau ada gangguan mereka lebih diutamakan, misalnya kalau ada pemadaman tunggu padam semua baru mereka dipadamkan, kalau gak mereka tidak dipadamkan. Tetapi sekarang sudah selesai perbaikan itu," tegasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar