Pelaku Perdagangan Cula Badak Divonis 2 Tahun Penjara

Pelaku Perdagangan Cula Badak Divonis 2 Tahun Penjara

Kedua terdakwa perdagangan cula badak.

(jw/rzp)

Senin, 8 Januari 2018 | 22:04

Analisadaily (Medan) - Sidang putusan terhadap dua terdakwa kasus perdagangan satwa dilindungi berupa cula badak digelar di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dalam sidang putusan, kedua terdakwa dijatuhi hukuman 2 tahun penjara.

Kedua terdakwa tersebut masing-masing Herman (54) dan Suharto (54). "Menyatakan terdakwa Herman dan Suharto terbukti bersalah melakukan ‎perdagangan satwa liar yang dilindungi, dengan barang bukti cula badak, dan dengan ini menyatakan keduanya dihukum 2 tahun penjara," katanya majelis hakim diketuai oleh Erintuah Damanik, Senin (8/1).

Selain hukuman penjara, dalam amar putusannya majelis hakim juga mewajibkan kedua terdakwa membayar denda sebesar Rp 100 juta. "Bila tidak dibayarkan, digantikan dengan kurungan penjara selama 3 bulan," ungkapnya.

Majelis hakim juga menetapkan barang bukti berupa satu cula badak disita untuk dimusnahkan bersama satu unit mobil milik terdakwa untuk disita negara.

"Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 40 ayat (2) UU RI No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP jo Peraturan Pemerintah No.07 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa," terang Erintuah.

Dalam persidangan ini, 3 agenda digelar langsung. Agenda pertama pembacaan surat tuntutan oleh Jaksa penuntut umum (JPU), dilanjutkan pengajuan nota pembelaan (pledoi) disampaikan kedua terdakwa secara lisan dan terakhir pembacaan surat putusan oleh majelis hakim.

Vonis yang diterima kedua terdakwa lebih ringan dari tuntutan JPU ‎‎Septebrina Silaban yang menuntut Herman dan Suharto selama 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, subsider 6 bulan penjara.

Sebelumnya dalam dakwaan disebutkan, ‎keduanya diamankan tim gabungan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sumatera bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dan BKSDA Aceh.

Kedua terdakwa, Suharto yang merupakan warga Bunga Kantil Padang Bulan, Medan dan Herman yang merupakan warga Jambi, diamankan setelah petugas gabungan menyaru sebagai pembeli.‎ Alhasil keduanya diamankan bersama barang bukti.

"‎Suharto dan Herman diamankan pada hari Minggu, 13 Agustus 2017, di kawasan Jalan Pattimura, Padang Bulan, Medan Baru, Kota Medan," ungkap Septebrina Silaban.

(jw/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar