Pelaku Penganiayaan Polisi di Kampung Kubur Terus Diburu

Pelaku Penganiayaan Polisi di Kampung Kubur Terus Diburu

Senjata api milik anggota Polisi yang dianiaya di Kampung Kubur.

(rel/rzd)

Senin, 16 April 2018 | 16:18

Analisadaily (Medan) - Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus memburu pelaku penganiayaan terhadap Bripka Eric Tambunan. Peristiwa terjadi di kawasan Kampung Kubur, Kota Medan.

Kepala Subdit III Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, personel lengkap telah diturunkan. Beberapa lokasi yang dicurigai tempat persembunyian para pelaku sedang diperiksa.

"Kita harus kita tangkap pelakunya," kata Maringan, Senin (16/4).

Bripka Eric Tambunan kritis karena dianiaya sejumlah pemuda di kawasan Kampung Kubur, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (14/4) mengakibatkan Bripka Eric menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

Dijelaskan Maringan, pihaknya telah mengantongi nama-nama pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap Bripka Eric. Pelaku diketahui dipimpin oleh Ayub.

Selain mengejar pelaku, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi-saksi yang melihat langsung tindakan penganiayaan yang dilakukan secara membabi buta terhadap anggota Unit Jahtanras tersebut.

Meski telah melakukan pemeriksaan dan memeriksa sejumlah saksi, duduk perkara terkait penganiayaan masih simpang siur. Ada yang menyebut antara korban dan pelaku terlibat dendam. Ada juga informasi menyebut Bripka Eric sedang menjalankan tugasnya.

"Kita masih mencari bukti-bukti dan berbagai saksi lainnya," ucap Maringan.

Kondisi Bripka Eric mulai sadar dan berangsur membaik setelah mendapat perawatan di RS Bhayangkara. Bripka Eric mengalami luka serius pada bagian kepala akibat hantaman pemukul bola baseball, botol minuman, dan benda tumpul.

Sementara senjata api (Senpi) jenis revolver yang sempat dirampas pelaku saat korban melakukan perlawan, telah berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Mohon doanya agar pelaku secepatnya kita tangkap," tandas Maringan.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar