Pelaku Pencurian Uang Pemprov Sumut Sudah Dua Kali Beraksi

Pelaku Pencurian Uang Pemprov Sumut Sudah Dua Kali Beraksi

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, saat memaparkan hasil penangkapan, Selasa (1/10)

(jw/csp)

Selasa, 1 Oktober 2019 | 13:35

Analisadaily (Medan) - Kepolisian membeberkan kasus pencurian uang milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp 1.6 miliar yang hilang di halaman Kantor Gubernur Sumut beberapa waktu lalu.

Dari keterangan pelaku, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, aksi pencurian sudah dua kali dilakukan. Pertama di pelataran parkir Universitas Sumatera Utara (USU). Korban mengaku kehilangan uang Rp105 juta dari dalam mobil.

Tiga hari berikutnya, korbannya Petugas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut yang baru saja mengambil uang dari Bank Sumut. Mereka melarikan uang sebanyak Rp 1.6 miliar dari dalam mobil.

"Modus yang digunakan pelaku, sama. Membuntuti korban yang mengambil uang dari Bank Sumut. Saat korban lengah dan meninggalkan uang dalam mobil, mereka melancarkan aksi," kata Kombes Pol Dadang di Mapolrestabes Medan, Selasa (1/10).

Berdasarkan dua laporan itu, polisi mengidentifikasi pelaku yang berjumlah enam orang. Dari rekaman kamera pengawas, polisi mengenali pelaku dan dua mobil yang digunakan.

"Berdasarkan bukti-bukti itu lah polisi memburu para pelaku. Pelaku pertama yang ditangkap adalah Niksar Sitorus, Nikodemus Sihombing, Musa Hardianto Sihombing, dan Indra Haposan Nababan. Sementara dua lainnya masih diburon, yakni Tukul dan Pandiangan," tuturnya.

Penangkapan para komplotan ini dimulai saat polisi mendapat informasi keberadaan Niksar di Pekanbaru, Riau pada (20/9) lalu. Polisi pun melakukan penyelidilkan, namun pelaku sudah kabur ke arah Jambi.

"Petugas kemudian mengejarnya, dan pelaku kembali kabur ke Pekanbaru, sebelum akhirnya ditangkap di sana, pada (22/9) malam. Tersangka pertama yang ditangkap adalah Niksar Sitorus," ucapnya.

Kepada petugas, Niksar mengaku beraksi bersama lima rekannya, yakni Niko, Musa, Indra, Tukul dan Pandiangan.

"Petugas kemudian bergerak dan menangkap Nikodemus Sihombing dan Musa Hardianto Sihombing di Kabupaten Duri, Riau pada Senin (23/9). Para tersangka kemudian diboyong ke Medan," terang Dadang.

Selanjutnya, pasa Selasa (24/3) petugas tiba di Medan dan langsung melakukan pengejaran terhadap Indra Haposan alias Irvan. Namun, saat hendak ditangkap, pelaku berusaha kabur dan polisi menembak kakinya.

"Ada dua residivis. Musa dan Indra. Mereka residivis kasus pencurian," ujar Dadang.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti uang tunai, sepeda motor, mobil, telepon genggam, dompet, kwitansi pembelian tanah dan barang lainnya.

Uang hasil curian itu telah dibagi-bagi. Oleh para tersangka, ada yang digunakan untuk membeli mobil, sepeda motor dan tanah.

Dadang juga mengimbau kepada dua orang yang masih melarikan diri untuk segera menyerahkan diri. "Kita minta segera menyerahkan diri karena identitas mereka sudah disebar dan diketahui keberadaannya, tinggal tunggu waktu saja," tambahnya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar