Pelaksanaan Proyek Jalan Tol Dalam Kota di Medan Dipercepat

Pelaksanaan Proyek Jalan Tol Dalam Kota di Medan Dipercepat

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi

(jw/rzd)

Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:45

Analisadaily (Medan) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus mempercepat proses pelaksanaan proyek jalan tol dalam kota di Medan. Saat ini proyek telah memasuki tahap studi kelayakan.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengatakan, Pemprovsu menargetkan tahap studi kelayakan ini akan rampung dalam enam bulan ke depan.

"Kalau bisa kita percepat saja semuanya. Asalkan tidak ada yang salah, sesuai aturan," katanya dalam acara pencanangan studi kelayakan proyek di Medan, Kamis (15/8).

Dari perkiraannya, studi kelayakan proyek seperti ini paling cepat rampung dalam sepuluh bulan. Edy sangat optimistis dengan kerja keras seluruh pihak terkait, uji kelayakan bisa rampung dengan sangat cepat.

"Kalau semuanya kerja bisa rampung," ucapnya.

Setelah studi kelayakan rampung, proyek ini masih akan melewati sedikitnya sepuluh tahapan lagi hingga mencapai financial closed, dan proses konstruksi selesai. Tahapan ini memakan waktu sekitar 1 tahun 10 bulan. Lagi-lagi Edy memasang target cepat.

"Kita buat jadi 1,5 tahun," tegasnya.

Dengan begitu, paling tidak, pada awal 2021 mendatang, proses konstruksi infrastruktur jalan tol dalam kota ini dilaksanakan.

"Ini untuk menjawab keluhan masyarakat Medan, karena jalan kita di sini sudah sangat macet dimana-mana," ungkapnya.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto menjelaskan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung proyek ini.

"Apalagi Gubernur Sumut sangat mendukung pengadaan proyek ini. Bukan 100 persen, tetapi 150 persen," ujarnya.

Eko menuturkan, meski tidak memakan dana pemerintah, proyek yang dibangun atas kerja sama dengan pihak swasta ini akan tetap diawasi Pemerintah Pusat.

"Kita akan kawal untuk memastikan seluruh tahapan berjalan baik, mulai dari skema kerja samanya sampai proses pembangunan rampung," tuturnya.

Menurut Eko, dengan dukungan pemerintah provinsi yang begitu tinggi, proyek ini akan segera rampung dalam waktu yang tak begitu lama.

"Diharapkan proyek ini bisa menjawab keluhan masyarakat Sumut, terutama Medan terkait kondisi jalanan yang makin macet," tambahnya.

Proyek tol dalam kota ini akan dibagi dalam tiga seksi, I Helvetia-Titi Kuning sepanjang 14,28 Km, Seksi II Titi Kuning-Pulo Brayan sepanjang 12,44 Km, dan Seksi III Titi Kuning-Amplas sepanjang 4,25 Km.

Pemerintah, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjalankan proyek ini dengan investasi sebesar Rp 15 triliun. Proyek ini dikerjakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Saat ini terdapat tiga jaringan jalan tol di Medan, Medan-Binjai (17 Km), Belawan-Medan-Tanjung Morawa (33.7 Km), dan Medan-Kualanamu-Tebinggi Tinggi atau MKTT (61,8 Km).

Ruas Medan-Binjai saat ini tinggal menunggu penyelesaian di seksi I, sedangkan ruas MKTT menunggu peresmian seksi VII.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar