Pelajar SMAN 1 Medan Juara Indonesian Fun Science Award

Penelitian Tentang Perilaku Semut

Pelajar SMAN 1 Medan Juara Indonesian Fun Science Award

Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan, Zahra Annisa Fitri dan Nadya Kairussifa menjadi juara di Indonesian Fun Science Award (IFSA).

(rel/rzd)

Kamis, 21 Maret 2019 | 16:59

Analisadaily (Medan) – Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan, Zahra Annisa Fitri dan Nadya Kairussifa menjadi juara di Indonesian Fun Science Award (IFSA) yang diadakan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Swiss German University (SGU).

Zahra, siswi kelas XII dan Nadya, siswi kelas X berhasil meraih juara berkat penelitian mereka tentang semut. Dalam penelitiannya, kedua siswi SMAN 1 Medan ini mencari tahu apakah semut tergolong hewan yang setia kawan atau tidak.

“Hasil dari penelitian, didapatkan beberapa reaksi. Pertama  semut menghampiri temannya yang terperangkap, kemudian menghampiri makanan yang terdapat dua pilihan, nasi dan gula,” kata Zahra, Kamis (21/3).

Pada reaksi pertama, lanjutnya, 60 persen semut ternyata lebih memilih untuk menghampiri dan menolong temannya. Kemudian di reaksi kedua, semut lebih memilih untuk mengambil makanan yang berkarbohidrat, yaitu nasi dibandingkan gula.

“Terjawab, dari penelitian ini semut merupakan hewan yang setia kawan sesuai dengan buku-buku yang kami baca,” ucapnya.

Zahra menjelaskan, semut masuk kategori hewan setia kawan karena memiliki feromon yang digunakan untuk berinteraksi atau memberikan sinyal antara yang satu dengan yang lainnya.

“Hal ini berdasarkan beberapa jurnal yang kami baca,” ujarnya.

Jalan-Jalan ke Jerman

Berkat hasil penelitian itu, keduanya menjadi pemenang dalam kompetisi yang diselenggarakan di Tangerang beberapa waktu lalu. Ereka berhasil mengalahkan peserta dari sekolah lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hadiah yang mereka dapat adalah jalan-jalan ke Jerman.

Guru pendamping Nadya dan Zahra, Ipa Ratna Mutiara menjelaskan, sempat merasa lucu karena penelitian yang dilakukan kedua siswinya mengenai perilaku semut.

“Kemudian ketika melihat tema kompetisi, saya merasa penelitian ini sesuai. Sebelumnya yang masuk 20 besar adalah penelitian yang tidak serius, penelitian yang lucu,” ungkapnya.

Ipa menyebut, penelitian yang dilakukan Nadya dan Zahra dimulai akhir Desember 2018 hingga akhir Januari 2019. Saat itu bertepatan dengan memontum liburan sekolah.

“Saat masuk, kami sudah dapat kabar, bahwa kami masuk 20 besar,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Medan, Suhairi menyebut, keberhasilan Nadya dan Zahra adalah luar biasa, dan merupakan penghargaan yang mengharumkan nama sekolah.

“Kami memberikan apreasiasi setinggi-tingginya kepada kedua siswa ini. Mudah-mudahan dapat dicontoh siswa-siswa dan sekolah-sekolah lainnya,” sebut Suhairi.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar