Pelabuhan Kuala Tanjung Mulai Layani Ekspor Peti Kemas

Kapal Raksasa Pertama Sandar di Sumatera

Pelabuhan Kuala Tanjung Mulai Layani Ekspor Peti Kemas

Pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung, Kamis (27/12).

(jw/rzd)

Kamis, 27 Desember 2018 | 14:38

Analisadaily (Kuala Tanjung) - Pengoperasian Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) mulai dilakukan Pelindo 1. Pengoperasian berupa kegiatan pengapalan perdana ekspor sebanyak 180 box atau 205 TEUs melalui rute langsung atau direct call intra Asia menggunakan kapal raksasa Wan Hai 505.

“Ini pertama kalinya kegiatan perdana ekspor melalui layanan direct call intra Asia di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dalam menyediakan kegiatan bongkar muat berstandar internasional, sekaligus prospek ekonomi dan strategis Pelabuhan Kuala Tanjung,” kata Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana, Kamis (27/12).

Bambang menjelaskan, kapal raksasa Wan Hai 505 milik Wan Hai Lines dengan ukuran panjang (LoA) 268 meter, berbobot 50.000 GT berkapasitas 4.500 TEUs melayani rute direct call intra Asia India menuju China. Kapal tersebut membawa ekspor produk turunan CPO berupa Lauric Acid, Soap, Fatty Acid, Fatty Alcohol, Glycerin.

“Kami berharap, kegiatan perdana ekspor melalui layanan direct call intra Asia mampu meningkatkan efisiensi waktu pengiriman dan biaya logistic, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk ekspor nasional,” jelasnya.

Bambang juga mengungkapkan, melalui kegiatan ini menunjukkan kesiapan sarana dan prasana KTMT untuk segera dapat beroperasi secara penuh. Saat ini, KTMT telah dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap dan modern dengan didukung sistem IT yang terintegrasi.

“Guna meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat, KTMT akan dilayani Container Crane bertenaga listrik dengan kapasitas 45 Ton dan mampu meng-handle container dengan kapasitas 20 feet, 40 feet hingga 45 feet,” ungkapnya.

KTMT berkapasitas 600 ribu TEUs juga dilengkapi dengan dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m, serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga didukung berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih, antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Diharapkan Layani Ekspor Hingga 600 Kontainer Tiap Minggu

Pada tahap awal, KTMT yang dikelola PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya, diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya.

“Sudah ada sejumlah perusahaan berlokasi di KEK Sei Mangkei, diantaranya Unilever, Wilmar, dan P&G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,” terangnya.

Bambang menambahkan, dengan pengiriman komoditas melalui Pelabuhan Kuala Tanjung yang menawarkan integrasi antara moda angkutan laut dan angkutan berbasis rel, sehingga akan meningkatkan efisiensi serta menekan emisi karbon.

“Dengan pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung ini diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi daerah, khususnya potensi ekonomi Sumatera Utara, sesuai program nawacita Pemerintah sekaligus menekan biaya logistik di Indonesia,” pungkasnya.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar