Pedagang Diimbau Tidak Berjualan di Lokasi Terlarang

Pedagang Diimbau Tidak Berjualan di Lokasi Terlarang

<span rgb(34,="" 34,="" 34);="" font-family:="" arial,="" helvetica,="" sans-serif;"="">Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya, mengimbau para PKL Sei Sikambing untuk berjualan di tempat yang sudah ditentukan, Selasa (25/9)

(rzp/csp)

Selasa, 25 September 2018 | 16:12

Analisadaily (Medan) - Agar tidak mengganggu kepentingan umum dan estetika atau hingga menyebabkan kemacetan, para pedagang diimbau tidak berjualan di tempat-tempat terlarang seperti badan jalan, trotoar, di atas parit, dan lainnya.

Terkait itu, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan menyediakan sejumlah lokasi yang representatif dan lebih layak untuk melakukan transaksi jual beli.

Khusus pedagang pasar Sei Sikambing yang baru ditertibkan, PD Pasar Kota Medan sudah menyiapkan tempat di pasar terdekat, misalnya Pasar Sei Sikambing, Pasar Helvetia, dan Pasar Meranti.

"Lapak yang disediakan di pasar-pasar tersebut sangat mencukupi untuk menampung pedagang-pedagang Pasar Sikambing," kata Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya, Selasa (25/9).

Selain itu, pembeli juga sebaiknya jangan 'memancing' pedagang berjualan di tempat-tempat terlarang. Pembeli juga diimbau untuk berbelanjalah di tempat yang sudah selayaknya, supaya Kota Medan semakin tertib.

Rusdi juga menegaskan, para pedagang juga tidak dibenarkan berjualan di pasar-pasar tumpah. Karena dengan adanya pasar tumpah, menyebabkan arus lalu lintas macet.

"Penertiban-penertiban yang kami lakukan, sebagai upaya membuat Kota Medan lebih nyaman dan tertata. Kami juga memberikan solusi yang baik bagi para pedagang," ungkapnya.

Pemko Medan melalui tim terpadu menertibkan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Pasar Sei  Sikambing, Jalan Kapten Muslim Medan, Senin (24/9) pagi.

Selain memicu kemacetan lalu lintas, kehadiran PKL selama ini membuat kawasan itu menjadi kumuh, sehingga sangat mengganggu estetika kota.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) M Sofyan yang memimpin penertiban, melalui pengeras suara mengimbau ratusan PKL agar tidak menggelar lapak. Sebab, kawasan itu bukan tempat berjualan.

Pedagang yang mendengar imbauan sontak ketar-ketir. Pasalnya, kedatangan tim gabungan kali ini didukung dua unit alat berat jenis backhoeloader dan schopel mini milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan beserta sejumlah truk.

"Pemko Medan tidak sekadar menertibkan tanpa solusi. Bagi PKL yang ditertibkan, PD Pasar telah menyediakan tempat berjualan di beberapa pasar yang telah ditentukan, sehingga PKL tetap bisa mencari nafkah untuk keluarganya masing-masing," terangnya.

Pasca penertiban, arus lalu lintas langsung lancar, sehingga mendapat apresiasi dari warga sekitar maupun pengguna jalan lain. Selama ini mereka mengeluh karena acap terjebak macet setiap melintasi kawasan tersebut. Kondisi itu terjadi karena PKL menggunakan hampir separuh badan jalan menggelar lapak jualan.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar