PD Pasar Raup Untung Rp 1,673 M Sepanjang 2017

PD Pasar Raup Untung Rp 1,673 M Sepanjang 2017

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, Rusdi Sinuraya.

(rel/rzd)

Senin, 30 April 2018 | 12:13

Analisadaily (Medan) - Perusahaan Daerah (PD) Pasar meraup keuntungan mencapai Rp 1,673 miliar sepanjang 2017. Setelah dikurangi pajak Rp 217 juta dan jasa Rp15 juta, maka laba bersih yang diperoleh Rp1,471 miliar.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, Rusdi Sinuraya mengatakan, di 2016 lalu PD Pasar masih merugi Rp 550 juta, meski Pasar Aksara masih ada dan menyumbang pemasukan Rp 150 juta, Kampung Lalang Rp120 juta dan penampungan di Jalan Bulan Rp 60 juta.

“Pendapatan yang kami peroleh selama 2017 ini menjadi prestasi terbaik yang pernah diraih sejak perusahaan ini berdiri,” kata, Rusdi, Senin (30/4).

Dari laba bersih tersebut, 50 persen atau sekitar 735 juta disetor ke kas Pemko Medan. Selain itu, secara terpisah juga menyetor laba dari pasar induk Rp 180 juta. Secara keseluruhan, PD Pasar telah berkontribusi ke kas ke Pemko Medan Rp 915 juta.

Diterangkan Rusdi, deviden Rp 1.471 itu diperoleh tanpa pemasukan dari Pasar Aksara, Kampung Lalang dan Jalan Bulan. Jika ketiga pasar tersebut masih beroperasi, tentu pendapatan yang diraih bisa jauh lebih tinggi.

“Ini berkat kerja keras para direksi dan seluruh karyawan, sehingga meningkatkan pendapatan di tengah kondisi memprihatinkan. Tentunya ini layak mendapat apresiasi,” terangnya.

“Sebab apapun namanya, barometer maju atau tidaknya perusahaan itu diketahui dari laba yang didapat. Memang ada sejumlah kekurangan dalam hal pembangunan, tetap akan diupayakan perbaikan,” tambahnya.

Rusdi memastikan, laporan keuangan tersebut sudah diaudit oleh akuntan independen dan telah dilaporkan ke badan pengawas. Ke depan, akan dilakukan sejumlah perbaikan dan direncanakan laba bisa dapat dua kali lipat dari 2017, yakni berkisar Rp 3 miliar.

“Jumlah itu tentu didukung tambahan sejumlah pasar, seperti Marelan dan Kampung Lalang,” ucapnya.

Rusdi mengungkapkan, saat ini PD Pasar sudah mengelola Pasar Marelan tanpa adanya pihak ketiga. “Kami kelola sendiri tanpa pihak ketiga. Artinya, mulai parkir, kamar mandi hingga jaga malam kami yang mengelola,” ungkapnya.

Rusdi memastikan akan mengoptimalkan seluruh karyawan, agar program untuk lebih menguatkan dan menyehatkan PD Pasar lebih terjamin. Semuanya bertujuan agar masyarakat Medan memiliki kebanggaan terhadap perusahaan daerah.

“Kami tidak mau pasar tradisional menjadi objek atau rebutan orang lain. PD Pasar tidak mau tersandera pihak-pihak tertentu, karena mampu, kami mengoperasionalkannya sendiri. Jika diberikan ke pihak ketiga, akan menimbulkan perpecahan,” sebutnya.

Dikatakan Rusdi, saat ini Pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Marelan sudah masuk ke dalam. Demikian pula sejumlah pedagang pasar tumpah. “Tanpa dipungut biaya, hanya kewajiban retribusi yang harus dibayar,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar