Paspor Rusak, Petugas Imigrasi Tolak Keberangkatan WNI ke Luar Negeri

Paspor Rusak, Petugas Imigrasi Tolak Keberangkatan WNI ke Luar Negeri

Loket imigrasi di Bandara Sam Ratulangi Manado.

(rel/rzd)

Selasa, 27 Maret 2018 | 10:59

Analisadaily (Manado) - Petugas Imigrasi menolak keberangkatan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak berwisata ke Hongkong dari Bandara Sam Ratulangi di Manado, Senin (19/3) kemarin. Penolakan dilakukan akibat wujud paspor-nya sudah tidak layak saat diperiksa petugas Imigrasi bandara.

Kepala Subseksi Lintas Batas Keimigrasian Manado, Keneth Rompas mengatakan, WNI laki-laki yang akan berwisata bersama 21 orang rombongan lainnya ke Hongkong via Singapura itu menggunakan maskapai Silk Air Nomor penerbangan MI-273.

“Menurut keterangan pemegang, paspor-nya rusak karena terkena musibah banjir di rumahnya,” kata Keneth, Selasa (27/3).

Kejadian penolakan paspor juga dibenarkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Manado, Friece Sumolang. Pihak Imigrasi Manado sudah menyampaikan laporan tertulis secara langsung kepada Dirjen Imigrasi. Walaupun paspor yang bersangkutan masih berlaku sampai 21 Januari 2020.

Friece menerangkan, bagi pemegang paspor yang tidak layak pakai, memang harus ditolak keberangkatannya oleh petugas Imigrasi. “Yang bersangkutan sudah difoto dan sidik jarinya dimasukkan ke dalam sistem, dengan mencantumkan alasan penolakan keberangkatannya,” terangnya.

Diungkapkan Friece, supaya tidak ditolak lagi keberangkatannya, pemegang paspor harus mengganti terlebih dahulu paspor miliknya. Hal ini sesuai dengan aturan yang terdapat di dalam Pasal 36–39 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemeriksaan Masuk dan Keluar Wilayah Indonesia.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara, Dodi Karnida, mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh petugas Imigrasi Bandara Sam Ratulangi.

Petugas Imigrasi dinilai telah melakukan tugas sesuai SOP untuk mencegah timbulnya reputasi yang jelek kinerja jajaran imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara dari pihak otoritas Imigrasi asing.

“Seperti lolosnya seorang WNI yang menggunakan paspor yang rusak dari wilayah Indonesia. Hal itu juga tidak baik dari dunia internasional atas kinerja birokrasi Imigrasi di Indonesia,” ucapnya.

Masyarakat Diimbau Jaga Kondisi Paspor

Dodi Karnida mengatakan, penyelesaian atas hal penolakan keberangkatan soal paspor rusak sudah disampaikan kepada yang bersangkutan untuk segera mengganti paspornya di Kantor Imigrasi Manado, dengan cara mengikuti beberapa prosedur berlaku.

Di antaranya, meminta surat keterangan dari lurah setempat tentang benar tidaknya ada banjir pada saat itu, membawa surat keterangan tersebut untuk dimasukkan ke dalam sistem penggantian paspor, menyelesaikan tahap Berita Acara Pemeriksaan oleh Seksi Wasdakim tentang kejadian yang sebenarnya.

Sedangkan bila tidak terdapat unsur kesengajaan, Dodi melanjutkan, maka dapat diberikan penggantian paspor. Akan tetapi jika terdapat unsur kelalaian atau bahkan unsur kesengajaan. Kepala Kantor Imigrasi dengan kewenangannya sesuai Pasal 41 dan 42 Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 Tahun 2014 tentang Paspor dan Surat Perjalanan Laksana Paspor.

“Bisa menjatuhkan sanksi berupa penundaan penggantian paspor selama 6 bulan atau paling lama 2 tahun,” tuturnya.

Akan tetapi, jika ada unsur kelalaian atau kesengajaan dari pemegang paspor. Maka harus disertai dengan denda sebesar harga paspor yaitu Rp 355.000 dibayar di Bank atau Kantor Pos persepsi/mitra Kantor Imigrasi.

“Jadi jika ada unsur kelalaian atau kesengajaan. Maka pemohon harus membayar paspor baru sebesar Rp. 710.000,” tuturnya.

Masyarakat diimbau supaya menjaga paspornya dengan baik. Sebab paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah.  Sehingga tidak boleh rusak terkena air, dicoret-coret, sobek, terbakar atau bahkan hilang.

Masyarakat yang memiliki paspor disarankan sebaiknya membuat foto copy-nya yang disimpan di rumah, di kantor, atau difoto sekaligus disimpan di dalam telepon genggam yang dimilikinya. Agar jika sewaktu-waktu hilang atau rusak terbakar misalnya, masih ada arsip berupa foto copy untuk mendapat kemudahan dalam penggantian.

“Penolakan keberangkatan terhadap WNI pada tahun 2018 adalah yang pertama kali dilakukan oleh petugas Imigrasi Bandara Samratulangi,” Dodi Karnida menjelaskan.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar