Pasien Rujukan Bakti Sosial Kesehatan Polri Dapat Penanganan

Pasien Rujukan Bakti Sosial Kesehatan Polri Dapat Penanganan

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, bersama orang tua pasien penderita penyakit pembesaran kepala (hydrocephalus)

(jw/rzd)

Minggu, 3 November 2019 | 19:11

Analisadaily (Medan) - Empat pasien yang mengikuti Bakti Sosial Kesehatan Polri di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, pada pertengahan Oktober 2019, menjadi atensi Kapolda Sumatera Utara (Sumut).

Keempat pasien itu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Keempat pasien, Virgo Natan Tambunan (9 bulan), bayi laki-laki mengalami penyakit bibir celah (Labio Schizis). Gloria Jelita (7), didiagnosa mengalami kontraktur pada jari tangan akibat retak/putus tulang (manus dektra).

Kemudian Siti Aminah (44) mengalami penyakit tumor di bagian leher. serta Gihon Eftara Purba (3) menderita penyakit pembesaran kepala (hydrocephalus).

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto mengatakan, pasien atas nama Virgo yang mengalami bibir celah telah dioperasi pada Selasa 29 Oktober 2019. Operasi ditangani langsung tenaga ahli bedah mulut, dr Tulus.

"Saat ini keadaan umum pasca operasi baik. Pasien sudah pulang pada hari Kamis, 31 Oktober 2019, dan nanti pada Senin, 4 November 2019, kembali ke RS Bhayangkara untuk membuka jahitan," katanya, Minggu (3/11).

Sementara untuk pasien atas nama Gloria juga sudah dioperasi pada Kamis, 31 Oktober 2019. Gloria langsung ditangani ahli bedah plastik, dr Frank.

"Kondisi pasien pasca operasi juga baik dan terkontrol. Sampai saat ini masih dirawat di RS Bhayangara," ucapnya.

Penanganan pasien (Ist)

Penanganan pasien (Ist)

Begitu juga untuk pasien atas nama Siti Aminah, yang telah dioperasi pada Jumat, 1 November 2019. Siti Aminah ditangani langsung oleh dokter ahli bedah RS Bhayangkara Medan, dr Tomi.

Sementara untuk pasien Gihon Eftara Purba, yang menderita hydrocephalus, sudah sempat ditangani di RS Bhayangkara. Namun karena keterbatasan peralatan dan tenaga medis, Gihon kini dirujuk ke RSU Pusat Haji Adam Malik.

Gihon yang tidak bisa bicara dan berjalan meski sudah berusia 3 tahun itu, kini ditangani oleh dokter ahli bedah syaraf, Prof Adril, dan dokter ahli anak, dr Ifan.

"Gihon sekitar setahun lalu pernah dirawat di RS Adam Malik. Namun, sepertinya tidak maksimal. Sekarang kita rujuk lagi dan kita harap bisa disembuhkan. Mari sama-sama kita doakan agar penanganannya bisa lebih cepat," ungkap jenderal bintang dua itu.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar