Pasca Ledakan Bom di Sibolga, Warga yang Mengungsi Diberi Bantuan

Pasca Ledakan Bom di Sibolga, Warga yang Mengungsi Diberi Bantuan

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk, meninjau lokasi ledakan bom.

(jw/rzd)

Sabtu, 16 Maret 2019 | 13:46

Analisadaily (Sibolga) - Pemerintah Kota Sibolga memberikan bantuan materi dan non materi kepada 161 kepala keluarga yang diungsikan pasca ledakan bom yang terjadi di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk mengatakan, pihaknya telah mendirikan posko sementara untuk warga yang diungsikan. Selain itu, Pemerintah Kota Sibolga juga telah memberikan bantuan.

"Selain uang tunai, Pemko Sibolga menyerahkan beras, mi instan, air mineral, dan telur bagi setiap kepala keluarga yang terdampak ledakan," kata Wali Kota Sibolga kepada Analisadaily.com via seluler, Sabtu (16/3).

"Sedangkan untuk bantuan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak parah, Pemko Sibolga akan menjajakinya dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait upaya perbaikan sejumlah rumah warga yang rusak," sambung Syarfi.

Dikatakan Syarfi, saat ini ada sebagian warga yang sudah kembali ke keluarga mereka untuk tinggal sementara. Namun, masih ada yang tinggal di posko.

"Kecuali rumahnya yang hancur total. Kita buat posko tempat tinggal sementara. Ada sebagian yang memilih tinggal bersama keluarga, tetangga dan rekan-rekannya. Walaupun begitu, posko tetap kita siapkan," tuturnya.

Pasca bom yang meledak di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, sebanyak 155 unit rumah yang rusak. Sebahagiannya rata dengan tanah.

Bom meledak di dekat kediaman AH yang berada di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya pada Selasa (12/3).

Pada Rabu (13/3) dini hari, bom kembali meledak di rumah AH. Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah yang merupakan istri AH meledakkan diri dengan anaknya setelah negosiasi lebih kurang 10 jam yang dilakukan oleh kepolisian.

Dalam peristiwa itu, selain AH polisi juga meringkus AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul di Sibolga. Lalu petugas menangkap R dari Kota Tanjung Balai dan M di Tapanuli Tengah.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar