Pasca Deklarasi Penutupan, PSK Dolly Pilih Buka Panti Pijat

Pasca Deklarasi Penutupan, PSK Dolly Pilih Buka Panti Pijat

(dtc)

Jumat, 20 Juni 2014 | 17:36

detikNews - Surabaya, Para pekerja seks komersial (PSK) yang menerima dana kompensasi akan memilih balik ke kampung halamannya, untuk membuka panti pijat. Juga ada yang berdagang dan bertani.

Seperti yang disampaikan Sinta (29) dan Santi (22) kakak adik asal Indramayu, Jawa Barat, yang bekerja di satu wisma di lokalisasi Dolly.

Keduanya mengaku terjun sebagai PSK karena kebutuhan ekonomi. Dengan adanya kebijakan Pemkot Surabaya yang menutup lokalisasi, mereka akan berancang-ancang kembali ke kampung halamannya, dengan membuka usaha panti pijat.

"Kami akan pulang kampung. Nanti rencananya buat buka usaha panti pijat," kata Sinta, Jumat (20/6/2014).

Setiap PSK mendapatkan dana stimulan sebesar Rp 5.050.000. Dana tersebut akan dikumpulkan dengan hasil yang didapatnya selama sekitar 5 tahun menjadi PSK.

Ketika ditanya, apakah dana yang dikumpulkan itu cukup untuk membuka usaha panti pijat.

"Ya nggak tahu, lihat nanti saja," terangnya.

Ada juga PSK yang pulang kampung memilih menjadi pedagang peracangan (berdagang sembako).

"Saya akan pulang kampung. Nanti (dana kompensasi) buat tambahan buka usaha peracangan," kata Yuli (36) PSK asal Kabupaten Trenggalek.

Sedangkan, Ica (36) PSK asal Jawa Barat yang terjun sebagai PSK sejak sekitar 9 tahun, mengaku akan menggunakan dana tersebut untuk bertani.

"Pulang kampung uangnya buat modal bertani," terangnya.

Sementara itu, Saka pemilik beberapa wisma di lokalisasi Dolly saat dikonfirmasi tentang keputusannya mendukung penutupan, masih enggan menerangkannya.

"Maaf saya masih belum bisa memberikan keterangan. Saya masih konsentrasi mengawal pekerja saya (PSK yang mengambil dana kompensasi di markas Koramil Sawahan-red)," tandasnya. (fat)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar