Paham Radikal Merebak di Kalangan Mahasiswa, Menristekdikti Dinilai Gagal

Paham Radikal Merebak di Kalangan Mahasiswa, Menristekdikti Dinilai Gagal

Ketua Bidang Pendidikan, Riset dan Teknologi PB HMI, Hari Wahyudi

(rel/eal)

Senin, 11 Juni 2018 | 11:34

Analisadaily (Jakarta) - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai Mohamad Nasir gagal dalam mengemban tugas sebagai Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Menurut Ketua Bidang Pendidikan, Riset dan Teknologi PB HMI, Hari Wahyudi, kegagalan Menristekdikti bisa dilihat dari maraknya paham radikalisme dan aksi terorisme yang terjadi di dunia kampus.

"Awal Juni kemarin Densus 88 melakukan penggeledahan dan penggerebekan di Universitas Riau. Ini adalah bukti nyata dari gagalnya Mohamad Nasir dalam menjalankan tugas sebagai Menristekdikti," kata Hari Wahyudi, Senin (11/6).

Lebih jauh dia mengungkapkan ada tujuh universitas di Indonesia yang sudah terkontaminasi paham radikalisme. Bahkan beberapa diantaranya merupakan universitas terkemuka.

"Ditambah lagi terdapat tujuh kampus di Indonesia yang terbukti terlibat paham radikalisme yaitu UI, ITB, IPB, UNDIP, ITS, UNAIR dan UB. Data ini didapat dari BNPT.

"Dari data tersebut jelas program yang dilakukan Kemenristekdikti gagal," tegasnya.

Sebab itu, PB HMI melalui Bidang Pendidikan, Riset dan Teknologi meminta Presiden Joko Widodo agar segera mengganti Mohamad Nasir dan mencari sosok Menristekdikti yang bisa mengatasi merebaknya paham radikalisme dan terorisme di kalangan mahasiswa.

(rel/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar