Pagi Ini Gunung Sinabung Enam Kali Erupsi

Pagi Ini Gunung Sinabung Enam Kali Erupsi

Erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (20/1)

(jw/eal)

Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:10

Analisadaily (Karo) - Dalam waktu lebih kurang satu setengah jam, Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami enam kali erupsi dengan semburan abu vulkanik paling tinggi sejauh 3 kilometer, Sabtu (20/1) pagi.

"Tadi pagi Gunung Sinabung enam kali erupsi dengan rentan waktu yang berdekatan," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra, kepada Analisadaily.com.

Armen menjelaskan, erupsi pertama terjadi sekitar pukul 07.27 WIB dengan tinggi kolom abu 1000 m. amp 20 mm dan lama gempa 130 detik. Angin lemah ke arah Barat-Barat Daya. Erupsi kedua terjadi sekitar pukul 07.37 WIB dengan tinggi kolom abu 3000 m. amp 34 mm dan lama gempa 545 detik. Angin lemah ke arah Barat-Barat Daya. Kemudian erupsi ketiga terjadi sekitar pukul 08.03 WIB dengan tinggi kolom abu 700 m. amp 21 mm dan lama gempa 137 detik. Angin lemah ke arah Barat-Barat Daya.

Erupsi keempat terjadi sekitar pukul 08.34 WIB dengan tinggi kolom abu 1000 m. amp 23 mm dan lama gempa 141 detik. Angin lemah ke arah Barat-Barat Daya, disusul erupsi kelima pukul 08.37 WIB dengan tinggi kolom abu 700 m disertai guguran lava sejauh 500 meter ke arah sektor Timur-Tenggara amp 25 mm dan lama gempa 131 detik. Angin lemah ke arah Barat-Barat Daya, dan terakhir erupsi keenam sekitar pukul 08.41 WIB dengan tinggi kolom abu 1000 m. amp 25 mm dan lama gempa 125 detik. Angin lemah ke arah Barat-Barat Daya.

Erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (20/1)

Erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (20/1)

"Dari enam kali erupsi itu yang paling tinggi sejauh 3 kilometer dengan arah angin lemah ke arah Barat-Barat Daya," jelasnya.

Melihat status dan tingginya aktivitas Gunung Sinabung saat ini, Armen mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur Gunung Sinabung.

"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar," imbaunya.

Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran Sungai Laborus diminta tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu bisa jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir.

"Potensi saat ini masih tinggi karena aktivitas Sinabung juga tinggi. Masyarakat juga diimbau untuk menjauhi zona merah tersebut," pungkas Armen.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar