Pagelaran Budaya Pakpak Berlangsung Meriah

Pagelaran Budaya Pakpak Berlangsung Meriah

Anak-anak yang membawakan tarian khas Pakpak

(rel/eal)

Minggu, 10 September 2017 | 10:31

Analisadaily (Medan) - Gebyar Pagelaran Seni Budaya Pakpak di Kota Medan yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Pakpak (GMP) Medan dihadiri oleh ratusan masyarakat suku Batak Pakpak.

Pagelaran hasil kerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Budaya Pakpak (P3BP), Himpunan Masyarakat Pakpak (HIMPAK), IMPASIS, PMP, IMPAKTIF, Pengajian Pakpak Kota Medan, Pulungen Marga Pakpak dan GKPPD Medan ini berlangsung di Mess Pemkab Pakpak Bharat, Kelurahan Sempakata, Medan Selayang, Sabtu (9/9).

Sejak awal acara berlangsung meriah dengan penampilan artis ibukota asal Pakpak, Elias Manik. Kemudian dilanjutkan dengan tarian Pakpak yang diiringi musik instrumental oleh anak-anak dari Sanggar Nantampuk Emas Medan.

Selain menampilkan tarian dan musik tradisional Pakpak, acara ini juga menyuguhkan penampilan-penampilan artis asal Pakpak seperti trio legende Pakpak, Trio Karina Plus, Nduma entertainment, Nimran Angkat, serta beberapa artis muda seperti Rachel Bancin, Ahmad Sagala, Elias Manik dan Gunawan Manik.

Salah seorang tokoh Pakpak, Sadikin Bintang, mengaku bangga dengan digelarnya acara ini dan berharap bisa menjadi jembatan silaturahmi dan diskusi antar generasi Pakpak.

Menurutnya, generasi muda Pakpak perlu memiliki empat hal, yakni kemauan, kemampuan, kesempatan dan nasib.

"Agar mampu membangun budaya Pakpak, generasi muda Pakpak harus memiliki memaksimalkan 4 hal tersebut," tegasnya.

Sementara Syamsudin Angkat turut memberikan peddah atau nasihat. Menurutnya, setiap budaya termasuk budaya Pakpak harus memiliki sikap fanatik. Fanatik yang dimaksud adalah kecintaan dan kemauan untuk mempertahankan budaya Pakpak itu sendiri.

"Fanatik bukan berarti fanatik tertutup, melainkan harus terbuka. Agar tidak fanatik tertutup, harus diimbangi dengan ilmu. Fanatik dan ilmu harus sejalan. Maka dibutuhkan pendidikan setinggi-tingginya. Tapi ingat, kita harus tetap mempertahankan budaya kita," imbaunya.

"Acara ini penting untuk melestarikan budaya kita. Selain itu, sebagai ajang silaturahmi antar tokoh Pakpak, antar generasi Pakpak. Untuk tahun depan, saya pribadi siap menjadi donaturnya," ucap Camat Galang, Citra Effendi Capah.

Acara itu tidak monoton karena dipadukan dengan kreasi modern seperti Stand-Up Comedy Pakpak dari Horas Bancin dan Kurnia Padang; aransemen lagu Pakpak oleh mahasiswa Pakpak Unimed; pembacaan puisi; fashion show pakaian adat Pakpak; serta penampilan Grup Debora, tari ibu-ibu Gereja Kristen Pakpak Dairi (GKPPD) Sada Arih Medan.

Acara ditutup oleh Sekretaris Panitia, Toba Sastrawan Manik, sekaligus penarikan undian dengan hadiah utama baju adat Pakpak.

"Setidaknya dengan acara ini kita telah berbuat aksi nyata untuk budaya Pakpak. Kemajuan budaya Pakpak membutuhkan aksi nyata, sinergitas kaum muda maupun antara kaum muda dengan kaum tua. Kaum muda lebih menonjol pada geggoh (tenaga), sedangkan kaum tua banyak  (pengetahuan/pengalaman.) maka dibutuhkan kerjasama antar keduanya. Njuah-Njuah!," ujar Toba dalam rilisnya, Minggu (10/9).

Sejumlah tokoh Pakpak yang turut hadir antara lain, Lister Berutu, Sahnan Solin, Bayar Manik, Juanda Banurea dan Kamal Berutu.

(rel/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar