OTT di Siantar, Satu Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

OTT di Siantar, Satu Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pematangsiantar, Jumat (12/7).

(jw/csp)

Jumat, 12 Juli 2019 | 18:03

Analisadaily (Medan) - Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumatera Utara menetapkan seorang tersangka terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pematangsiantar pada Kamis (11/7).

Direktur Reskrimsus Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Rony Samtana mengatakan, Bendahara Pengeluaran BPKAD Kota Pematangsiantar, Erni Zendrato sebagai tersangka. Dua lagi masih jadi saksi, yaitu honorer Tangi MD Lumbantobing dan staf bidang pendapatan Lidia Ningsih.

"Mereka menjadi saksi si tersangka. Tidak tertutup kemungkinan bisa jadi tersangka, tapi kan bertahap prosesnya," kata Kombes Pol Rony, Jumat (12/7).

Modus yang dilakukan tersangka, memotong insentif dari sejumlah petugas pemungut pajak di BPKAD. "Harusnya, sesuai aturan insentif itu diberikan kepada pemungut pajak. Tapi, malah dipotong oleh bendahara pengeluaran," paparnya.

Ronny menuturkan, mereka yang menjadi saksi dalam kasus ini sejatinya akan dipulangkan setelah 1x24 jam setelah menyampaikan keterangan. "Iya nanti akan kita pulangkan setelah selesai. Untuk saat ini baru 1 tersangka saja yang telah ditetapkan," tuturnya.

Ketika disinggung apakah pemotongan insentif sudah berlangsung lama, Rony menyebutkan masih didalami.

"Ya kalau semua tindak pidana, pasti pelaku yang ditanya akan mengakuinya baru kali itu. Tapi saya curiga ini bukan kali ini terjadi, saya menduga sudah terjadi beberapa kali," terangnya. 

Ronny menambahkan, siapa saja bisa terlibat."Ya kalau ada bukti-buktinya bisa saja. Kalau memang baru sekali pungli itu bisa jadi belum ada aliran ke atas. Tapi kalau sudah berulangkali tidak mungkin tidak mengalir ke atas. Nantilah kita periksa kepalanya, kebetulan dia sedang di Jakarta," pangkasnya.

Sebelumnya, petugas Unit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara mengamankan belasan pegawai dan uang tunai Rp186 juta dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) insentif upah pungut pajak Tahun Anggaran 2019, dari Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Pematangsiantar, Kamis (11/7) sore.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, OTT yang dilakukan petugas di Kantor BPKD Kota Pematangsiantar berada di Jalan Merdeka Nomor 8, Pematangsiantar, Sumatera Utara sekitar pukul 16.30 WIB berdasarkan Laporan Informasi Nomor R/246/VII/2019, 10 Juli 2019, SP. Lidik Nomor: 422/VII/2019, 10 Juli 2019 dan Surat Perintah Tugas Nomor:  575/VII/2019, tanggal 10 Juli 2019.

"OTT itu dilakukan kepada Tangi M.D Lumban Tobing, sebagai Tenaga Harian Lepas (BPKD) Kota Pematang Siantar, Lidia Ningsih, Staf Bidang Pendapatan 2 (BPKD) Kota Pematangsiantar dan Erni Zendrato, selaku Bendahara pengeluaran (BPKD) Kota Pematangsiantar," katanya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar