Orangutan Hope Jalani Operasi Tulang

Orangutan Hope Jalani Operasi Tulang

(FOTO: Istimewa).

(rel/rzd)

Senin, 18 Maret 2019 | 19:36

Analisadaily (Medan) - Tepat satu minggu setelah berada dalam perawatan Tim SOCP (Sumatran Orangutan Conservation Programme) di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, orangutan bernama Hope yang ditembaki dengan 74 peluru dan mengalami patah terbuka pada tulang bahu, menjalani operasi pada tulang bahu yang patah pada Minggu (17/3).

Operasi pada Hope dilakukan Tim Medis SOCP bersama Dr. Andreas Messikommer, seorang ahli bedah tulang dan saraf pada manusia, yang berasal dari Swiss. Dr. Andreas sering membantu YEL dan PanEco sebagai tenaga relawan jika ada kasus-kasus bedah tulang yang rumit pada orangutan.

Operasi pada orangutan Hope membutuhkan waktu lebih dari 3 jam, dan dalam prosesnya ditemukan juga tulang bahu yang patah mengakibatkan robeknya kantong udara (air sac) Hope. Tulang bahu dan kantong udara yang robek ini sudah mengalami infeksi lokal, sehingga tim melakukan penanganan pada area yang terinfeksi terlebih dahulu. Tim juga melakukan penutupan luka-luka lain yang berada pada bagian-bagian tubuh Hope seperti di tangan dan kaki.

Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, drh. Yenny Saraswati menyampaikan, dalam operasi ini mereka belum mengeluarkan peluru yang masih ada di tubuh Hope, karena memprioritaskan untuk melakukan penanganan pada tulang bahu, mengingat risiko infeksi pada bagian tersebut. Sepanjang proses operasi kondisi Hope cukup stabil.

“Saat ini dia masih dalam perawatan pasca operasi dan kita semua berharap semoga proses penyembuhan pasca operasi ini juga bisa berjalan baik,” katanya, Senin (18/3).

Supervisor Rehabilitasi dan Reintroduksi untuk YEL-SOCP, drh. Citrakasih Nente mengatakan, karantina dan rehabilitasi orangutan dimaksudkan untuk memeriksa secara intens kondisi kesehatannya, dan merehabilitasi mereka baik secara fisik maupun mental atau psikologis.

“Namun untuk orangutan Hope ini, meskipun nantinya berhasil diselamatkan, Hope tidak akan dapat dilepasliarkan lagi di alam, mengingat kondisinya yang buta total di kedua matanya akibat peluru,” ujarnya.

Keadaan ini membuat orangutan Hope menjadi salah satu kandidat yang akan dipindahkan ke fasilitas Orangutan Haven, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, untuk mengoptimalkan kesejahteraannya selama hidup.

Selain operasi pada orangutan Hope, Dr Andreas dan Tim SOCP juga terlebih dahulu melakukan operasi pada orangutan bayi berumur sekitar 3-4 bulan, yang diberi nama Brenda. Brenda mengalami patah lengan atas kiri (tulang humerus), dan dievakuasi minggu lalu oleh seorang anggota TNI dari area pembukaan lahan di daerah Aceh Barat Daya.

Anggota TNI kemudian menghubungi BKSDA Aceh melaporkan keberadaan bayi tersebut. Tim BKSDA Aceh dan SOCP kemudian bergerak pada Senin (11/3) ke Aceh Barat Daya dan membawa Brenda ke Pusat Karantina & Rehabilitasi Orangutan di Sibolangit guna mendapat perawatan intensif.

Dr. Andreas Messikommer yang bekerjasama dengan Tim Medis SOCP sebagai relawan dalam operasi Hope dan Brenda telah berkali-kali membantu melakukan operasi penanganan kasus-kasus patah tulang pada orangutan. Semua penanganan kasus pada orangutan-orangutan tersebut dilakukan Dr. Andreassecara sukarela.

Keterlibatan Dr. Andreas dalam menangani kasus orangutan diawali pasca tsunami Aceh tahun 2004. Saat itu Dr Andreas bekerjasama dengan YEL dan PanEco sebagai salah satu relawan untuk menangani korban tsunami di Aceh dan Medan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar