Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di Riau

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di Riau

Alat operasi modifikasi cuaca di Riau, Pekanbaru, Minggu (15/9)

(rel/csp)

Minggu, 15 September 2019 | 13:10

Analisadaily (Pekanbaru) – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, musim kemarau di wilayah Riau masih akan terjadi sampai pertengahan Oktober 2019. Di wilayah lain bisa sampai akhir Oktober atau awal November 2019.

Plt Kapusdatinmas, Agus Wibowo menilai, ini berarti kemungkinan kebakaran hutan dan lahan masih akan terjadi sampai akhir Oktober 2019. Pagi ini terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Riau.

Secara umum Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang mencapai 1 km ada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB masih berasap dengan jarak pandang 2.2 km.

Beberapa titik api yang dipadamkan antara lain di Kerumutan Kabupaten Pelalawan dan akan dilanjutkan pemadaman hari ini. Kualitas udara berdasar pengukuran PM10 pada pukul 07.00 sd 10.00 WIB berada pada kisaran 182 sd 201 ugram/m3 atau tidak sehat.

Antisipasi karhutla agar tidak tambah banyak dan tambah luas maka Pemerintah menyiagakan 3 pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan. Pesawat Cassa 212-200 dengan kapasitas 1 ton sudah beroperasi di Riau sejak bulan 26 Februari 2019.

“Memperkuat armada TMC, Pemerintah menambah 1 pesat CN 295 dengan kapasitas 2.4 ton yang ada di Pekanbaru dan 1 Hercules dengan kapasitas 5 ton yang direncanakan datang di Pekanbaru pada hari Senin besok,” kata Agus, Minggu (15/9) dalam siaran beritanya.

Operasi TMC sangat tergantung dengan keberadaan awan potensial hujan yang secara rutin diperkirakan BMKG. Seluruh pesawat dalam kondisi siaga dan jika terdapat potensi awan makan akan segera terbang untuk menyemai awan agar menjadi hujan.

BMKG memperkirakan, pertumbuhan awan berasal dari arah utama, sehingga saat ini sebagian wilayah Indonesia di sebelah utara seperti Aceh dan Sumatera Utara sudah mulai hujan.

Pada hari ini terdapat potensi awan sedang di wilayah Riau dan Tim masih menunggu sampai pertumbuhan awan potensial cukup banyak dan kemudian dilakukan operasi TMC.

Armada Tambahan

Pesawat CN 295 merupakan pesawat terbang transpor militer taktis dengan 2 mesin turboprop dan diawaki oleh 2 personil. Pesawat ini bisa digunakan untuk mengangkut pasukan, evakuasi medis atau angkutan barang.

Keperluan TMC CN 295 dikonfigurasi agar dapat mengangkut bahan semai  dengan kapasitas 2.4 ton. Bagian perut pesawat dimodifikasi dengan dipasang rel untuk mengangkut 8 x 300 kg bahan semai yang dengan pipa untuk menabur bahan semai secara semi otomatis.

Saat pesawat terbang sampai di awan yang potensial hujan maka petugas membuka kran dan garam akan keluar melalui pipa untuk  menaburi awan dengan garam.

Bahan semai garam NaCl akan mengikat butiran-butiran air dalam awan, kemudian menggumpal menjadi berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar