Operasi Patuh Toba, Ini Himbauan Polda Sumatera Utara

Operasi Patuh Toba, Ini Himbauan Polda Sumatera Utara

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin saat Apel Gelar Pasukan di Lapangan KS. Tubun Mapolda Sumut, Kamis (29/8).

(jw/csp)

Kamis, 29 Agustus 2019 | 12:21

Analisadaily (Medan) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2019 di Lapangan KS. Tubun Mapolda Sumut.Operasi ini akan dijalankan selama 14 hari, dan dimulai pada hari ini, Kamis (29/8).

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin mengatakan, Apel Operasi Patuh Toba dilakukan karena permasalahan bidang lalu lintas di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan, telah berkembang dengan cepat dan dinamis.

Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, yang tidak sebanding dengan perkembangan jumlah dan pembangunan infrastruktur jalan yang ada.

Disamping itu, perkembangan transportasi telah menginjak era digital. Operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman tangan menggunakan handphone. Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas.

“Sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut," kata Mardiaz membacakan amant Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Adrianto saat Apel Gelar Pasukan di Lapangan KS. Tubun Mapolda Sumut.

Mardiaz lanjut membacakan, dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas serta kepatuhan hukum masyarakat terhadap hukum dan Perundang-Undangan, Polda Sumatera Utara beserta jajaran menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Toba 2019.

“Operasi itu dilakukan selama 14 hari, terhitung mulai 29 Agustus - 11 September 2019,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, ada delapan prioritas pelanggaran yaitu, menggunakan handphone saat mengendarai, mengemudi dalam keadaan mabuk atau mengkonsumsi narkoba, tidak menggunakan helm SNI, mengendarai di luar batas kecepatan, melawan arus saat mengemudi, mengemudi di bawah umur, tidak menggunakan sabuk pengamanan atau safety belt saat mengemudi, dan menggunakan lampu rotator Atau strobo.

Evaluasi Patuh Toba 2018

Berdasarkan data operasi patuh toba 2018, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 72 kejadian, mengalami trend penurunan 18.18 persen dengan selisih 16 kejadian, dibandingkan dengan operasi patuh toba 2017 sebanyak 88 kejadian.

Selanjutnya jumlah korban meninggal dunia pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 34 orang, mengalami trend peningkatan 6,25 persen dengan selisih 2 orang, dibandingkan dengan operasi patuh toba 2017 sebanyak 32 orang.

Jumlah korban luka berat pada operasi patuh toba 2018 sebanyak 27 orang, mengalami trend peningkatan 28,57 persen dengan selisih 6 orang, dibanding operasi patuh toba 2017 yaitu 21 orang.

Jumlah kerugian materil pada operasi patuh toba 2018 sebesar Rp 385.450.000, mengalami trend kenaikan 88,71 persen dengan selisih Rp 181.200.000, dibandingkan dengan kerugian materil pada operasi patuh toba 2017 sebesar Rp 204.250.000.

Jumlah pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh toba 2018 berupa tilang dan teguran sebanyak 43.210 mengalami trend kenaikan 58,17 persen dengan selisih 15.891, dibandingkan dengan pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh toba tahun 2017 tilang dan teguran sebanyak 27.319.

"Secara umum hasil analisa dan evaluasi di atas, dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan safety belt tidak menggunakan Helm SNI dan pelanggaran terhadap rambu-rambu atau narka jalan,” paparanya.

Maka dari itu, masih kata Mardiaz, operasi ini mengedepankan tindakan preventif dan represif yang diharapkan nampu nengendalikan, menangani, nengatasi dan nengurai kemacetan dan semrawutnya lalu lintas.

“Agara meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas dan fatalitas terhadap korban. Kehadiran Polantas di lapangan sebagai bagian dari Pelayanan Kamseltibcarlantas bagi masyarakat pengguna jalan," ucap Mardiaz.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar