Oknum Sipir Lapas Lubuk Pakam Terlibat Jaringan Narkoba, Arman Depari: Perlu Evaluasi

Oknum Sipir Lapas Lubuk Pakam Terlibat Jaringan Narkoba, Arman Depari: Perlu Evaluasi

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari.

(jw/rzd)

Sabtu, 22 September 2018 | 15:05

Analisadaily (Medan) - Para tersangka yang mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 36,5 Kilogram, yang dimulia dari Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang, oleh BNN merupakan jaringan internasional.

Dalam penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan delapan orang tersangka, yaitu Edu, Elisabeth, Dian, Edward, Husaini, Bayu, Maredi (sipir) dan Dekyan (napi Lapas Lubuk Pakam).

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, operasi ini dilakukan BNN setelah mendapatkan informasi mengenai adanya pengiriman narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Narkoba itu dikabarkan bakal diedarkan di dalam Lapas.

"Setelah menerima informasi, kita melakukan penyelidikan di Lapas Lubuk Pakam. Di lokasi ini, petugas menangkap kurir narkoba bernama Bayu saat menyerahkan 500 gram sabu-sabu kepada seorang sipir bernama Maredi. Keduanya diringkus saat melakukan serah terima barang haram di depan Lapas," katanya, Sabtu (22/9).

Setelah diinterogasi, Maredi mengaku disuruh Dekyan, yaitu seorang napi yang mendekam di Lapas Lubuk Pakam.

"Selanjutnya kita melakukan pengembangan di beberapa TKP dan menangkap 5 tersangka lainnya," jelas Arman.

Arman mengungkapkan, dalam rangkaian penangkapan itu, petugas BNN menyita 36 Kg sabu-sabu dan 3.000 butir pil ekstasi. Selain itu diamankan pula uang tunai Rp 681.635.500 diduga hasil penjualan narkoba, kartu ATM, buku tabungan, alat komunikasi, timbangan digital, paspor, serta kendaraan roda empat dan roda dua.

"Tersangka dan barang bukti dibawa ke BNN pusat untuk disidik dan dikembangkan," ungkapnya.

Dalam pengungkapan peredaran Narkotika internasional ini, menurut Arman, harus ada evaluasi terhadap pejabat daerah.

"Menurut saya, para pejabat yang bertanggungjawab dari pusat sampai daerah perlu dievaluasi," pungkasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar