Oknum Polisi yang Merobek Al-Quran Dituntut 16 Bulan Penjara

Oknum Polisi yang Merobek Al-Quran Dituntut 16 Bulan Penjara

Brigadir Tommy Daniel Patar menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (21/8)

(jw/eal)

Selasa, 21 Agustus 2018 | 21:29

Analisadaily (Medan) - Terdakwa kasus penistaan agama, Brigadir Tommy, dituntut hukuman 1 tahun 4 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/8).

Terdakwa yang merupakan personil Polri dan bertugas di Dokkes Polrestabes Medan terbukti bersalah karena melakukan perusakan kitab suci Al-Quran dan membuangnya ke dalam parit di Masjid Nurul Iman RSUP Haji Adam Malik, Medan.

"Terdakwa dinilai bersalah melanggar Pasal 156 huruf A dan dituntut hukuman 1 tahun 4 bulan penjara," ucap salah seorang tim JPU, Mathias.

Mathias mengatakan bahwa sidang masih ditunda hingga satu pekan ke depan dengan agenda pembelaan terdakwa. "Pledoi sepekan mendatang," ujarnya.

Sebelumnya dalam dakwaan disebutkan terdakwa Tommy Daniel Patar pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2018 pagi bersama ibunya mengantarkan istri terdakwa yang hendak melahirkan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Sesampainya di IGD RS Adam Malik selanjutnya istri terdakwa dibawa ke lantai III ruang melahirkan.

Terdakwa yang menunggu proses persalinan istrinya itu kemudian turun untuk mengambil tas di parkiran mobil. Namun pada saat itu terdakwa malah menuju Masjid Nurul Iman RSUP Haji Adam Malik. Dia masuk ke teras masjid melewati lorong melalui bagian belakang ruangan. Dia langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Setelah keluar kamar mandi, terdakwa melihat di dalam lemari masjid terdapat Al-Quran. Kemudian terdakwa masuk ke dalam masjid melalui pintu samping dan mengambil 4 buah Al-Quran dan membawanya ke kamar mandi.

Selanjutnya terdakwa merobek-robek 2 buah Al-Quran dan membuangnya ke dalam parit. Sedangkan 2 Al-Quran lainnya diletakkan di atas parit dekat tembok kamar mandi. Usai melakukan hal itu, terdakwa keluar dari aesjid dan pergi mengambil tas dalam mobil dan membawanya ke lantai III.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah saksi melihat ada kitab suci yang berada di dalam dan atas parit dalam keadaan tersobek-sobek. Mereka kemudian memeriksa CCTV masjid dan melihat terdakwa yang melakukannya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar