Nilai Tukar Rupiah Mengalami Pelemahan Terhadap Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Mengalami Pelemahan Terhadap Dolar AS

Ilustrasi.
 

(rel/rzd)

Kamis, 25 April 2019 | 17:37

Analisadaily (Medan) - Nilai tukar mata uang Rupiah mengalami pelemahan terhadap Dolar AS. Rupiah terpantau turun 0,4% di kisaran level Rp 14.155/USD. Tak hanya Rupiah yang mengalami pelemahan, hal ini juga dirasakana mata uang negara emerging market lainnya, seperti Peso, Yuan, Bath dan Dolar Singapura.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, sejak pagi tadi, Kamis (25/4), nilai tukar Rupiah memang sudah berada di teritori negatif. Hal ini disinyalir oleh keputusan hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI yang telah memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), sebesar 6%, suku bunga Lending Facility sebesar 6,75% dan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%.

“Hal ini saya kira tepat dilakukan seiring dengan kondisi ekonomi yang cukup stabil. Pelemahan Rupiah hari ini tergolong wajar di tengah menguatnya nilai tukar Dolar AS setelah terpuruk selama 2 pekan. Dolar AS terlihat bangkit dan menguat di antara mata uang negara lainnya,” kata Gunawan.

Tak hanya rupiah yang mengalami pelemahan, IHSG juga turun 75 poin atau melemah 1,16% di level 6.372. Level tertinggi IHSG berada di level 6.431 dan terendah berada di level 6.353. IHSG melemah tertekan oleh seluruh sektor saham.

Pelemahan yang tajam terjadi pada saham sektor manufaktur dan properti dengan penurunan masing-masing 2%. Selanjutnya diikuti oleh pelemahan saham sektor konsumer yang turun 1,9%, Agri turun 1,3%, keuangan 1%, pertambangan 0,8% dan infrastruktur 0,2%.

Gunawan menjelaskan, lemahnya sentimen positif dari dalam negeri memicu aksi jual investor dimana ini berakibat pada penurunan harga-harga saham.

“Saya kira ini momentum bagi investor untuk mengoleksi saham diharga-harga diskon,” ujarnya.

Tak hanya IHSG yang mengalami pelemahan, bursa saham global juga turut tertekan hal ini terlihat dari melemahnya mayoritas indeks saham-saham dunia seperti indeks Shanghai turun 2,4%, Shenzhen turun 3,4%, Hangseng turun 0,83%, Korea turun 0,4%, Dow jones turn 0,22%, NYSE turun 0,32% dan kore turun 0,47%.

“Pelemahan indeks saham global ini seiring dengan penrunan data perekonomian negara setempat, seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global,” terang Gunawan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar