Ngutip Retribusi Sampah, Bibir Mandor Ditonjok Pemuda Setempat

Ngutip Retribusi Sampah, Bibir Mandor Ditonjok Pemuda Setempat

Korban penganiayaan saat membuat laporan aduan ke Mapolsek Sunggal, Senin (14/9)

(dgh/eal)

Selasa, 15 September 2015 | 10:21

Analisadaily (Medan) - LG (32), seorang wanita yang bekerja sebagai mandor retribusi sampah di Dinas Kebersihan Pemko Medan, mengadu ke Mapolsek Sunggal karena dipukuli seorang pemuda yang disebut-sebut berinisial GT (33) di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Senin (14/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban yang tinggal di Dusun I, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu menuturkan, pagi itu ia mengutip retribusi sampah di wilayah Kelurahan Sempakata seperti biasa. Namun ketika sedang asyik mengutip retribusi, GT datang menghadang dan langsung meninju wanita paruh baya ini.

"Aku lagi ngutip retribusi sampah di Sempakata, tiba-tiba datang si GT itu bang. Dia melarang aku untuk mengutipnya. Saat ku jelaskan kalau aku mandor yang mengutip retribusi sampah resmi dari Pemko Medan, dia malah meninju bibirku," beber korban.

Melihat aksi tersebut, beberapa warga sekitar mencoba untuk melerai keduanya. Tak terima dengan perlakuan yang diterimanya, korban didampingi beberapa pegawai dari Dinas Kebersihan Kota Medan mendatangi Mapolsek Sunggal untuk membuat laporan aduan.

"Baru dua bulan aku jadi mandor. Tadi baru keluar dari kantor langsung ngutip aku ke lapangan. Eh, baru kali ini aku ditonjok. Sial kali ku rasa," ungkap korban merasa kesal.

Terpisah, Sunario (47) selaku Operator Penghubung Dinas Kebersihan Kota Medan, meminta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas pelaku dan segera menangkapnya lantaran perilaku tersebut kerap menimpa pegawai Dinas Kebersihan yang berada di lapangan.

"Saya berharap dan meminta kepada petugas kepolisian Polsek Sunggal agar segera menangkap dan menindak tegas pelaku yang sudah berbuat sesuka hatinya," harap Sunario.

(dgh/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar