Ngogesa Legowo Atas Pemberhentiannya Sebagai Ketua Golkar Sumut

Ngogesa Legowo Atas Pemberhentiannya Sebagai Ketua Golkar Sumut

Ngogesa Sitepu (kanan) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto

(jw/eal)

Selasa, 17 Juli 2018 | 11:39

Analisadaily (Medan) - Ngogesa Sitepu mengaku ikhlas dan legowo dirinya diberhentikan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara karena terlambat menyusun calon anggota legislatif (caleg) untuk Pemilu 2019.

Meski demikian, Ngogesa tetap menyayangkan keputusan yang dinilainya prematur bahkan terkesan tidak prosedural.

"Lahir dan bathin saya terima keputusan pergantian ini, akan tetapi saya menilai proseduralnya tidak pas. Ujung-ujungnya diganti, tanpa adanya peringatan atau layaknya sebuah prosedural keorganisasian. Golkar ini selain partai tua juga besar, idealnya mengedepankan mekanisme. Karenanya saya akan memberikan klarifikasi ke DPP," kata Ngogesa, Selasa (17/7).

Bupati Langkat ini pun menjelaskan bahwa tindakan DPP Golkar memberhentikan dirinya adalah langkah yang tidak tepat, terkesan mengada-ada dan mencari-cari kesalahan yang tidak perlu. Ini akan merugikan Partai Golkar dalam Pileg dan Pilpres mendatang.

"Saya berharap adanya transparansi dari DPP Golkar tentang hal ini," imbaunya.

Dari informasi yang dihimpun, pelengseran Ngogesa tersebut akibat lambat menyusun caleg Golkar Sumut 2019. Namun dia menilai hal itu tidak fair karena seluruhnya mempunyai proses tahapan dan masih memiliki tenggang waktu batas akhir pendaftaran.

"Apalagi mengingat pengalaman selama kurang lebih 31 tahun bersama Golkar, maka persoalan yang dipermasalahkan sangat tidak mendasar," ujar Ngogesa

"Saya ini bukan kader karbitan di Golkar, saya di Partai Golkar mulai dari anggota biasa sampai menjadi Ketua DPD Langkat bahkan dipercaya menakhodai DPD Golkar Sumut melalui musda dan terpilih secara aklamasi," sambungnya.

Ngogesa menambahkan bahwa DPP seharusnya lebih arif lagi terkait pergantian dirinya. Apalagi menjelang pendaftaran caleg, diduga ada skenario untuk mengembosi Golkar di Sumut menghadapi Pileg bahkan Pilpres 2019.

"Kemarin saya dipercaya menjadi ketua untuk membesarkan Golkar Sumut, tapi kenyataannya sekarang ini lain. DPP seharusnya lebih arif dan bijak," tukasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar