Negosiasi Polisi Dengan Isteri Terduga Teroris Selama 10 Jam

Negosiasi Polisi Dengan Isteri Terduga Teroris Selama 10 Jam

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, memberikan keterangan di Medan, Rabu (13/3)

(jw/csp)

Rabu, 13 Maret 2019 | 12:56

Analisadaily (Medan) – Sebelum isteri terduga teroris meledakkan diri, petugas kepolisian telah melakukan berbagai upaya agar menyerahkan diri, termasuk mendatangkan keluarga. Namun, langkah itu tidak berjalan sesuai keinginan.

"Tim sudah bekerja bersama masyarakat secara persuasif, dan negosiasi kurang lebih selama 10 jam. Bahkan dibantu pihak keluarga agar menyerahkan diri. Tetapi, negosiasi tidak berjalan sesuai keinginan, isteri pelaku terduga teroris meledakan diri,” kata Dedi Prasetyo, Rabu (13/3).

"Imbauan yang kita lakukan selama 10 itu tidak diindahkan, dan jam 01.30 WIB yang bersangkutan meledakkan dirinya. Diduga yang bersangkutan bersama anaknya meninggal dunia," papar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri itu.

Dari keterangan terduga pelaku teroris, lanjut Dedi, istrinya mempunyai paham keras yang terpapar ajaran ISIS. "Memang dari keterangan suaminya, isterinya itu lebih keras pahamnya," ungkap Dedi.

Pelaku teror tidak melihat waktu dan tempat, mereka berjuang sepanjang tahun. "Karena itu, kami sudah memiliki undang-undang no 5 tahun 2018. Kepolisan melakukan tindakan preventif straight dan kami melakukan langkah mitigasi secara maksimal, proaktif untuk mencegah aksi terorisme," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar