Muspida Simalungun Pastikan Kondusifitas PascaTawuran Antar Kampung

Muspida Simalungun Pastikan Kondusifitas PascaTawuran Antar Kampung

Kapolres Simalungun ketika berbicara mendamaikan warga dua kampung yang bertikai, Senin (24/4)

(fhs/eal)

Senin, 24 April 2017 | 21:14

Analisadaily (Simalungun) - Bupati Simalungun JR Saragih, Danrem 022/PT Kolonel Inf. Gabriel Lema Jabat, Dandim 0207 Simalungun, Letkol Inf. Oni Kristiono Goendong dan Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberti Panjaitan bergerak cepat untuk mendamaikan dua desa yang bertikai, yakni Nagori Bawang dan Nagori Cingkes di Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.

Perdamaian dua nagori atau desa ini dilakukan di Gedung Serba Guna SMA Plus Elfarina, Saribu Dolok, Kabupaten Simalungun, Senin (24/4) malam. Turut hadir hampir 150 orang dari kedua desa yang bertikai.

"Kami selaku Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan Kapolres, Dandim dan Danrem ingin menyatukan kedua desa. Perdamaian ini sekaligus bertemu tokoh masyarakat sebanyak 150 orang dari dua Nagori di Dolok Silau, Kabupaten Simalungun," kata JR Saragih.

Bupati meminta agar semua pihak bersama-sama menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Simalungun.

"Saya bermohon tidak lagi ada kejadian seperti ini. Warga Desa Cingkes dan Desa Bawang harus merasa nyaman malam ini dan seterusnya," imbau Bupati.

Diakuinya lagi, demi menjaga keamanan di lokasi tersebut, maka Brimob, Satpol PP dan TNI tetap bersiaga sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Baginya, yang salah tetap berhadapan dengan hukum dan tidak ada mencari kesalahan orang lain.

Bupati menegaskan semua pengobatan dijamin Pemerintahan Kabupaten Simalungun karena tujuannya untuk kondusifitas.

"Untuk persoalan ganti rugi kedai kopi yang dibakar warga sedang dikaji. Jika dari hasil penyidikan pemilik kedai tersebut ikut terlibat, maka kami tidak bertanggung jawab. Namun sebaliknya, bila tak terbukti bersalah, maka kami selaku Pemerintahan Kabupaten Simalungun akan tanggung jawab. Biarlah proses hukum diserahkan kepada kepolisian," urainya.

Danrem 022/PT, Kolonel Inf. Gabriel Lema menambahkan, pihaknya tetap bersiaga penuh dalam menjaga keamanan usai terjadinya tawuran antar nagori di Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.

"Sesuai permintaan ada dua peleton. Keberadaan ini dalam mengawal kenyamanan hidup, tidak ada lagi rasa trauma. Semoga malam ini sudah nyaman masyarakat," tegasnya.

Sementara Kapolres Simalungun mengingatkan kepada semua warga agar menjaga kondusifitas, keamanan dan kedamaian nagori masing-masing.

"Kita harus bergandeng tangan menjaga keamanan, kedamaian, serta kekondusifan daerah masing-masing," imbau Kapolres.

Kapolres juga menjabarkan, dari hasil laboratorium tes urine 30 orang pelaku, 10 diantaranya positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu dan ganja.

(fhs/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar