Musisi Internasional Antusias Nyanyi Lagu Batak

Musisi Internasional Antusias Nyanyi Lagu Batak

Samosir Music International (SMI) 2018

(jw/eal)

Minggu, 26 Agustus 2018 | 11:43

Analisadaily (Samosir) - Gelaran Samosir Music International (SMI) 2018 layak menjadi inspirasi bagi perhelatan musik lainnya. Musisi asing yang terlibat dalam acara berkelas internasional ini diminta membawakan lagu Batak, Sabtu (25/8) malam.

Para bintang tamu yang terlibat dalam SMI 2018 adalah Herman Delago, Viky Sianipar dan para pemusik internasional lainnya. Herman yang merupakan musisi asal Austria sukses membius penonton ketika membawakan lagu 'Mardua Holong'.

Selain Herman, musisi internasional yang terlibat dalam acara ini seperti Kanto asal Jepang dan Nadine Beiler asal Austria. Ada juga musisi muda asal Indonesia yang lama berdomisili di Belanda, Bernadeta Astari. Mereka sangat antusias dengan tantangan dalam SMI 2018.

Project Manager Samosir Music International, Henry Manik mengatakan, sejak awal para musisi ini sudah diberitahu untuk membawakan lagu Batak.

"Dan setelah kita dengarkan contoh lagu Batak, ternyata mereka sangat antusias. Mereka pun menerima undangan tampil dengan membawakan lagu Batak. Kita juga bawakan alat musik khas Batak untuk mereka berlatih," kata Henry, Minggu (26/8).

Henry menjelaskan bahwa para musisi mancanegara ini diberi kebebasan untuk menyesuaikan lagu daerah dengan gaya mereka sendiri.

"Jadi membawakannya dengan genre apa, gaya seperti apa juga terserah mereka. Kita hanya mengarahkan mengenai pengucapan lagu dalam bahasa Batak. Karena itu yang paling menyulitkan para musisi," jelasnya.

Nadine Beiler dan Herman Delago dalam SMI 2018

Nadine Beiler dan Herman Delago dalam SMI 2018

Henry mencontohkan Nadine Beiler, penyanyi RnB asal Austria. "Nama Nadine sudah dikenal di Eropa. Kualitasnya tidak sembarangan. Dia sejak awal memang antusias membawakan lagu Batak. Karena lagu Batak memang banyak tantangannya," ujar Henry.

Henry merupakan pria asli Samosir yang tinggal di Belanda. Menurutnya, selain tantangan membawa lagu Batak, tingginya animo masyarakat juga membuat pengisi acara tertarik. Puluhan ribu orang memadati Open Stage Tuk Tuk Siandong, Samosir. Wisatawan mancanegara juga tampak hadir di lapangan tempat acara berlangsung.

"Meski harus bernyanyi Batak, Nadine Beiler, Herman Delago dan Kento terlihat sangat enjoy. Mereka berkali-kali membuat penonton bergoyang, bahkan melompat-lompat mengikuti tempo cepat dari pemusik. Herman Delago pun mengaku senang bisa tampil di Samosir," ungkapnya.

"Saya sudah pernah tampil disini, sekarang tampil lagi. Tapi selalu menyenangkan. Karena kalian luar biasa," pungkas Henry.

Aksi SMI ditutup oleh Viky Sianipar. Tampil dengan lagu-lagu Batak yang diaransemen secara modern, Viky mampu membakar semangat penonton. Disela-sela penampilannya, Viky menyampaikan pesan kepada penonton.

Viky Sianipar dalam SMI 2018

Viky Sianipar dalam SMI 2018

"Samosir luar biasa. Mudah-mudahan Samosir akan lebih maju lagi ke depannya. Dan ingat, jangan pernah menebang pohon," imbaunya.

Sementara itu, Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo menilai event ini menjadi momentum yang baik untuk menaikkan pariwisata Danau Toba.

"Sepanjang acara berlangsung malam ini, saya berkesempatan melihat suasana event dari balik panggung utama, saya happy sekali karena penonton ramai dan antusias sekali. Saya rasa ini menjadi momentum yang sangat baik bagi pariwisata Danau Toba khususnya Samosir," ucapnya.

Arie juga mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada penyelenggara. Karena mampu menghadirkan event internasional dengan konsep yang lebih matang dan pengisi acara yang lebih banyak.

Keseruan yang disajikan Samosir Music International disambut positif Menteri Pariwisata Arief Yahya. Terlebih, event ini mampu mendorong musisi internasional untuk membawakan lagu Batak.

"Ini cara yang luar biasa. Musisi mancanegara tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga diajak membawakan lagu Batak. Bukan tidak mungkin lagu Batak juga dibawakan saat para musisi internasional itu tampil di negaranya sendiri, atau di negara lain," ujarnya.

"Dengan kondisi positif seperti saat ini, atraksi pariwisata di destinasi sudah baik, maka target kunjungan sampai akhir tahun 2019 untuk destinasi Danau Toba yaitu satu juta kunjungan optimis tercapai," pungkas Arie.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar