Musim Kemarau, Kristal Es Embun Beku Muncul di Dieng

Musim Kemarau, Kristal Es Embun Beku Muncul di Dieng

(dtc)

Sabtu, 30 Agustus 2014 | 11:29

detikNews - Banjarnegara, Sudah rutin setiap tahun fenomena alam kristal es atau embun beku yang disebut 'bun upas' muncul di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Di pagi hari, tanaman membeku karena kristal es itu. Fenomena ini terjadi di musim kemarau, biasanya pada Juli hingga September.

Fenomena bun upas ini memang menjadi salah satu daya tarik wisata di Dieng yang terkenal dingin mengigit. Banyak wisatawan yang datang melihat kristal es ini.

Tapi, bagi petani bun upas justru menjadi 'musuh' yang mesti dihadapi. Tanaman kentang mereka rusak terkena fenomena 'bun upas' ini. Para petani kentang bahkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Kalau pagi-pagi ini bun upas sudah datang, nanti sore tanaman kentang sudah layu dan langsung kering daunnya. Mati semua akibat embun dingin ini", kata Hartono (50), warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur , Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (30/8/2014). 

Menurut dia, fenomena bun upas itu selalu terjadi pada puncak musim kemarau. Fenomena bun upas biasanya selalu datang pada bulan Juli-Agustus saat kondisi suhu ekstrem dengan suhu di bawah nol derajat celcius. 

"Kita tidak bisa dipastikan setiap musim kemarau akan turun bun upas. Bun upas akan datang pada musim kemarau yang parah. Maka memang tidak bisa kita antisipasi," jelasnya.

Sementara menurut petani lain, Tarmono (36) mengatakan jika bun upas tahun ini datang sejak awal Agustus, biasanya datang pagi hingga menjelang siang dan berpindah-pindah saat kabut tertiup angin dan suhu sedang ekstrim. Tingkat kerusakan tanaman kentang tersebut berkisar antara 60-80 persen dan dikhawatirkan dapat menyebabkan gagal panen.

"Tanaman kentang saya mungkin ada 2 hektar yang rusak kena embun upas, dan tidak bisa diselamatkan," ujarnya.

Dari pengamatan detikcom di Dieng Kulon, kabut yang turun dengan suhu dibawah 5 derajat celcius sudah bisa membuat tanaman penduduk hingga rerumputan di sekitar lokasi berubah menjadi butiran-butiran kristal es. Kalau dini hari hamparan runput, tanaman penduduk seperti kentang berubah menjadi putih seperti diselimuti salju. (arb)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar